Jam Elektrik di Eropa Telat 6 Menit, Kenapa?

Apa jadinya kalau waktu di dunia ini melambat, misalnya, enam menit saja? Nah, peristiwa ini terjadi di Eropa. Kenapa bisa begitu?

Jam Elektrik di Eropa Telat 6 Menit, Kenapa?
Jam elektrik. (Financesonline.com)

Inibaru.id - Keterlambatan waktu hingga enam menit terjadi di Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Usut punya usut, keterlambatan tersebut terjadi lantaran adanya perselisihan dua negara anggotanya, yakni Serbia dan Kosovo, terkait kepemilikan jaringan listrik. Selain keterlambatan waktu, sejumlah peralatan elektronik lain juga turut terdampak, di antaranya microwave dan radio.

Seperti ditulis Kompas.com, Rabu (14/3/2018), sesuai persetujuan Sistem Listrik Eropa Kontinental pada 2015 lalu, Kosovo sebelumnya harus memenuhi kebutuhan listrik pada jaringannya, sedangkan Serbia harus membantu Kosovo dalam memenuhi hal ini. Namun, keduanya kemudian berselisih mengenai kepemilikian jaringan listrik di Kosovo yang dibangun ketika negara itu masih di bawah Serbia. Akibatnya, terjadi kekurangan listrik sebanyak 113 Gigawatt hours (GWh) di Kosovo.

Baca juga:
Hujan Pujian untuk Film Horor “A Quiet Place”
Stephen Hawking Meninggal Saat Perayaan Pi Day

Kekurangan itu memang nggak sampai bikin Eropa mati lampu. Namun, frekuensi listrik di area yang tersinkronasi dengan Kosovo, yakni sekitar 25 negara di Eropa, turun hingga 49,996 Hertz. Padahal, jam elektrik menghitung waktu berdasarkan kecepatan arus listrik, yang sebelum perselisihan ini terjadi secara konstan mengalir di Eropa pada frekuensi 50 Hertz. Perbedaan 0,004 Hertz itulah, Millens, yang membuat jam-jam pada perangkat elektronik bekerja lebih lambat 6 menit.

European Network of Transmission System Operators for Electricity (ENTSO-E) menegaskan bahwa kekurangan 113 GWh ini harus segera diselesaikan. Pihak Kosovo-pun menjawab tengah melakukan perbaikan sementara dengan membeli energi tambahan dan mengalokasikan dana sekitar 1 juta euro untuk memenuhi kebutuhan mereka ke depannya, dengan menanggapi permintaan ENTSO-E.

“Kita telah mengembalikan 20 persen dari kekurangan energi dan semuanya akan dikompensasi akhir bulan ini,” ujar petugas energi Kosovo kepada Reuters, Selasa (13/3).

Namun, menurut ENTSO-E, cara mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan kerjasama dan komitmen antarkedua belah pihak, yakni Kosovo dan Serbia.

Baca juga:
Gagalkan Penyelundupan, Prajurit Koarmabar Mendapat Penghargaan
Kalah Taruhan, Raja Salman Tepati Janji Bikin Stadion Sepak Bola untuk Irak

“ENTSO-E mendorong pemerintah dan pemegang kebijakan Eropa dan nasional untuk mengambil langkah pasti. Langkah ini harus menyelesaikan sisi politik dari masalah tersebut, mendukung aksi ENTSO-E dan TSO untuk memberikan solusi teknis,” tulis pihak ENTSO-E.

Sepertinya rumit sekali ya, Millens. Memang dengan komitmen dan kerjasama dari Kosovo dan Serbia-lah yang terpenting untuk mengatasi perselisihan ini. (AJ/GIL)