Demi Pemulihan Ekosistem, Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Mulai 10 Januari 2019

Jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan bakal ditutup mulai 10 Januari 2019. Penutupan jalur bukan karena aktivitas gunung, melainkan untuk pemulihan jalur dan ekosistem.

Demi Pemulihan Ekosistem, Jalur Pendakian Gunung Slamet Ditutup Mulai 10 Januari 2019
Jalur pendakian Gunung Slamet ditutup mulai 10 Januari 2019. (We Travel)

Inibaru.id - Jalur pendakian Gunung Slamet via Pos Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga bakal ditutup mulai 10 Januari 2019. Penutupan ini berlaku sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Detik.com, Jumat (4/1/2019) menulis, penutupan itu nggak terkait dengan aktivitas Gunung Slamet, melainkan demi pemulihan ekosistem di salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa Ini.

“Penutupan dilakukan demi memulihkan ekosistem di sepanjang jalur pendakian. Selain itu, kondisi cuaca yang berubah-ubah juga menjadi pertimbangan lainnya,” jelas Kepala Dinporapar Purbalingga Yanuar Abidin.

Sejak Agustus hingga Desember 2018, jalur pendakian menuju puncak Gunung Slamet terlihat rusak. Musim hujan juga membuat jalur ini menjadi semakin licin.

“Sebelum ini, kami bersama dengan Tim SAR dibantu warga setempat sempat mengecek jalur pendakian. Kami memutuskan untuk memulihkan jalur tersebut, merapikan pohon yang tumbang atau menghalangi pendakian, dan membersihkan sampah yang menumpuk di beberapa pos,” lanjut Yanuar.

Sepanjang 2018, Gunung Slamet didaki sebanyak 24.272 orang dari berbagai kota di Indonesia. Dari seluruh pendakian itu, terdapat dua kasus kecelakaan cukup besar yang terjadi. Di bulan Mei, seorang pendaki dari Purworejo meninggal dunia karena mendaki dalam keadaan sakit.

Sementara itu, pada November lalu, seorang pendaki dari Kabupaten Tegal hilang saat mendaki. Namun, rekan-rekannya yang turut mendaki baru melaporkan kejadian itu sebulan setelahnya. Pendaki yang berjenis kelamin lelaki itu kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal.

“Kami sudah meminta semua pendaki harus membawa surat keterangan sehat dan mendaftar di pos pendakian sehingga jika ada peristiwa darurat bisa segera ditangani. Kami juga sudah bekerja sama dengan pihak asuransi jiwa demi melindungi para pendaki,” ucap Yanuar.

Selain jalur via Bambangan, jalur Dipajaya yang ada di Kabupaten Pemalang juga ditutup mulai 10 Januari 2019. Jalur lain seperti dari Guci dan Baturraden juga akan ditutup.

Nah, bagi sobat Millens yang pengin mendaki Gunung Slamet harus mengurungkan niat dulu, nih. Semoga jalur pendakian dan ekosistem Gunung Slamet cepat pulih sehingga bisa segera dibuka kembali. (IB09/E04)