Jalan Panjang Obat Mag Ranitidine, Pernah Laris sampai Ditarik BPOM

Jalan Panjang Obat Mag Ranitidine, Pernah Laris sampai Ditarik BPOM
Obat Mag Ranitidine. (Tokopedia)

Obat mag Ranitidine ditarik BPOM dari peredaran. Alasan penarikan ini karena diduga obat tersebut tercemar kandungan NDMA yang berpotensi memicu kanker.

Inibaru.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memutuskan untuk menarik obat mag Ranitidine dari peredaran. Hal ini disebabkan adanya paparan bahan kimia N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada obat-obatan tersebut. Sebagai informasi, NDMA disebut-sebut bisa meningkatkan risiko kanker.

Fakta tentang cemaran NDMA pada obat Ranitidine diungkap US Food and Drug Administration (US FDA) serta European Medicine Agency (EMA). Pada mulanya, US FDA melakukan investigasi terhadap obat berlabel Zantac yang berjenis Ranitidine. Dari investigasi tersebut, ditemukan obat ini terpapar NDMA yang berpotensi memicu kanker.

Pada Juli 2018, para ahli medis dari Eropa dan Amerika menemukan paparan NDMA pada sampel-sampel obat yang mengandung Ranitidine. Pada 13 September 2019, pemerintah Amerika Serikat dan Eropa mengumumkan sedang melakukan investigasi untuk mengecek kandungan dari Ranitidine. Lima hari kemudian, Novartis AG memutuskan untuk menahan distribusi obat Zantac di pasaran dilansir laman Kompas, Senin (7/10/2019).

BPOM kemudian melakukan pengujian mandiri pada obat ini. Dari pengujian tersebut didapatkan adanya cemaran NDMA dalam jumlah yang melebihi batas aman pada sampel sehingga diputuskan produksi dan distribusi obat ini dihentikan.

Pernah Jadi Obat Terlaris

Selama ini, Ranitidine adalah obat yang ditujukan untuk menurunkan produksi asam lambung bagi mereka yang mengidap mag atau masalah heartburn. Obat ini bisa didapatkan secara bebas atau sesuai dengan resep dokter.

Selain Amerika Serikat, Kanada dan Prancis juga telah memutuskan untuk menarik obat ini dari peredaran. Selain itu, Bangladesh juga sudah mengumumkan pelarangan pada produksi, penjualan, serta impor obat berjenis ini.

Sebagai informasi, obat Zantac atau Ranitidine sudah diproduksi Glaxo Holdings Ltd di Amerika Serikat sejak 1983. Setelah itu, 31 negara berbeda juga mengizinkan peredaran obat ini di pasaran. Lima tahun kemudian, obat ini dikenal luas sebagai salah satu obat terlaris di dunia dengan penjualan tahunan mencapai 1 miliar dolar AS.

Selalu cermat dalam memilih obat, ya Millens. Cek kandungannya demi memastikannya aman untuk dikonsumsi. (IB09/E04)