Jadi, Berapa Jumlah Pasti Pintu di Lawang Sewu?

Jadi, Berapa Jumlah Pasti Pintu di Lawang Sewu?
Banyak orang penasaran dengan jumlah pintu yang pasti di Lawang Sewu. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Arti dari Lawang Sewu adalah pintu seribu. Tapi, jumlah pintu di sana nggak sampai seribu. Terus berapa jumlah tepatnya?

Inibaru.id – Secara harafiah, Lawang Sewu itu artinya adalah pintu seribu. Tapi, apa iya sih pintu di bangunan yang ada di pusat Kota Semarang ini memang sebanyak itu? Meski memang pintunya sangat banyak, sebenarnya berapa banyak sih jumlah pintu di bangunan bersejarah peninggalan Belanda ini?

Bangunan dengan arsitektur khas Eropa yang sangat megah ini nggak lagi dianggap angker. Bahkan, kini Lawang Sewu telah menjelma jadi tempat wisata yang keren. Meski begitu, pintu dari bangunan ini tetap jadi bintang utamanya. Tahu nggak, Millens, ada pintu-pintu di Lawang Sewu yang memiliki daun pintu sampai empat atau bahkan enam lapis, lo?

Nah kalau jumlah pintu yang pasti, pemandu wisata Lawang Sewu, Krisdani menyebut jumlahnya adalah 928 daun pintu. Jumlahnya memang nggak genap seribu. Tapi setidaknya nggak begitu jauh sehingga masih layaklah disebut sebagai Lawang Sewu.

Penghitungan pintu ini pernah dilakukan pada awal 2010. Saat itu, Lawang Sewu memang akan direstorasi secara besar-besaran agar jadi tempat wisata yang layak.

Jumlah pintu di Lawang Sewu ternyata nggak benar-benar genap seribu. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Jumlah pintu di Lawang Sewu ternyata nggak benar-benar genap seribu. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

“Setelah proses restorasi, kami juga melakukan sinkronisasi data wisata yang bisa dijadikan panduan bagi para pemandu seperti kami. Salah satu yang dibahas ya jumlah pintunya karena pasti bakal ada pengunjung yang tanya. Tapi yang dihitung itu daun pintunya, ya,” jelas Krisdanti.

Dari total lima gedung di kompleks Lawang Sewu, gedung yang paling banyak memiliki pintu adalah gedung A alias gedung utama. Secara ukuran, gedung ini memang paling besar dibandingkan dengan yang lain.

Lawang Sewu mulai dibangun pada 1904 dan selesai pada 1918. Gedung ini terkait erat dengan sejarah Kereta Api Indonesia karena dulunya adalah Kantor Pusat dari Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), sebuah perusahaan kereta swasta di zaman Hindia Belanda. Perancangnya adalah orang Belanda bernama Jakob Klinkhamer dan B.J Ouendag.

Kalau berkunjung ke Semarang, sayang lo kalau nggak berkunjung ke Lawang Sewu. Omong-omong, apakah kamu juga pernah iseng mencoba untuk menghitung seberapa banyak pintu di bangunan ini, Millens? (Kom/IB09/E05)