Istri Wakil Wali Kota Prabumulih Positif Virus Corona

Istri Wakil Wali Kota Prabumulih Positif Virus Corona
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri membenarkan kabar istri Wakil Wali Kota Prabumulih positif virus corona. (sumselupdate)

Istri Wakil Walikota Prabumulih, Sumatera Selatan Reni Indayani positif covid-19. Sebelumnya, ucapan Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya yang menyebut warganya nggak perlu takut corona viral di media sosial.

Inibaru.id – Istri Wakil Wali Kota (Wawako) Prabumulih, Reni Indayani menjadi pasien ke-19 yang positif corona di Provinsi Sumatera Selatan. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri membenarkan hal tersebut pada Minggu (12/4/2020).

“Berdasarkan laporan dari teman-teman di lapangan keadaannya baik-baik saja. Tidak ada gejala,” kata Yusri.

Reni yang merupakan istri Wawako Prabumulih Fikri Ardiansyah tersebut terserang virus corona tanpa gejala. Saat ini dirinya tengah menjalani isolasi di rumah. Protokol yang harus dia jalankan adalah membatasi interaksi dan aktivitas dengan anggota keluarga di rumah, serta penempatan kamar yang berbeda dengan anggota keluarga lain.

“Kami sarankan isolasi di rumah sakit. Tapi, kalau memungkinkan memang bisa isolasi di rumah, dengan syarat mematuhi aturan karantina di rumah,” lanjutnya.

 Reni Indayani, istri Wawako Prabumulih. (Tribunsumsel)<br>
 Reni Indayani, istri Wawako Prabumulih. (Tribunsumsel)

Reni juga diminta untuk mengenakan masker ketika berada di dalam rumah. Jika ini dilanggar, pihak Yusri nggak segan memindahkan Reni ke rumah sakit.

Pemantauan cukup ketat ini diterapkan karena Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel pernah kecolongan pada pasien kasus 9 positif covid-19. Pasien ini sempat beraktivitas di pasar dan menggunakan fasilitas layanan publik beberapa waktu yang lalu.

Padahal, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel telah melibatkan anggota TNI, Polri, sekaligus masyarakat untuk melakukan pemantauan pasien selama menjalani isolasi mandiri. Hal ini juga diberlakukan pada delapan pasien di Sumses yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

“Mereka ini tidak akan keluyuran lagi seperti kemarin. Tenaga kesehatan, TNI, dan Polri juga selalu memantau setiap hari. Masyarakat setempat, jika melihat mereka keluar silahkan difoto, nanti kita tindak tegas langsung isolasi di rumah sakit,” tegasnya.

Pasien corona dan PDP wajib melakukan isolasi. (Antara/Adeng Bustomi)<br>
Pasien corona dan PDP wajib melakukan isolasi. (Antara/Adeng Bustomi)

Beberapa saat lalu, Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya sempat menjadi perbincangan hangat warganet Indonesia karena mempertanyakan dampak dari meliburkan sekolah bagi penyebaran virus corona.

"Aku tanya sekarang. Dengan libur sekolah apakah penyakit nggak ada? Penyakit corona tidak ada? Coba apa ada penelitian, libur sekolah penyakit ini berkurang," ucap Ridho saat itu.

Dia juga meminta masyarakat untuk nggak takut dengan wabah penyakit.

Ucapan ini viral dan memicu kontroversi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahkan sampai meluruskannya dan menyebut ucapan ini sudah lama. Meski mengakui jika pemerintah Prabumulih terkesan meremehkan, Kemendagri memastikan bahwa seluruh daerah di Sumatera Selatan sudah mengikuti arahan pemerintah pusat untuk meliburkan sekolah.

Semoga saja kasus Covid-19 di daerah juga bisa segera dikendalikan, ya Millens? (Cnn/MG26/e07)