Israel dan Indonesia Dikabarkan Akan Jalin Hubungan, Begini Kata Kemenlu

Israel dan Indonesia Dikabarkan Akan Jalin Hubungan, Begini Kata Kemenlu
Ada isu yang menyebut Indonesia akan menjalin hubungan bilateral dengan Israel. ( Flickr/Kristoffer Trolle)

'Times of Israel' menyebut Indonesia dan Oman bakal menyusul sejumlah negara Arab yang menormalisasi hubungan dengan Israel. Apakah kabar ini benar?

Inibaru.id – Beberapa bulan belakangan, Israel mampu menormalisasi hubungan dengan sejumlah negara Muslim, khususnya di Timur Tengah dan Afrika Utara. Nah, ada isu berembus yang menyebut Indonesia juga menjadi salah satu negara yang akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Kabar ini diungkap oleh Times of Israel. Ada sumber yang nggak disebutkan namanya yang menyebut Indonesia beserta dengan Oman akan menjalin hubungan bilateral. Baru-baru ini, Israel melakukannya dengan Maroko, Sudan, Bahrain, serta Uni Emirat Arab, tepatnya sebelum Donald Trump lengser dari jabatan presiden Amerika Serikat.

Menanggapi kabar yang menjadi pembicaraan warganet ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI pun angkat bicara. Mereka memastikan bahwa Indonesia nggak melakukan proses apapun yang terkait dengan normalisasi hubungan dengan Israel.

“Kemlu RI nggak melakukan langkah-langkah sebagaimana yang disebutkan media di atas. Saya sendiri nggak mengerti apa latar belakang dari berita tersebut,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri I Teuku Faizasyah.

Presiden AS, Perdana Menteri Israel, dan pemimpin negara Arab saat menjalankan pertemuan untuk menormalisasi hubungan antar-negara. (Flickr/The White House)
Presiden AS, Perdana Menteri Israel, dan pemimpin negara Arab saat menjalankan pertemuan untuk menormalisasi hubungan antar-negara. (Flickr/The White House)

Bahkan, Faizasyah secara tegas memastikan bahwa Indonesia masih berpegang tegung pada prinsip yang telah selama ini dipegang, yakni melanjutkan dukungan pada kemerdekaan Palestina. Indonesia menganggap Israel melakukan pendudukan dan merampas HAM masyarakat Palestina.

“Kemenlu masih menjalankan politik luar negeri yang berpegang pada amanat konstitusi. Hal ini juga masih kami terapkan dalam konflik Palestina – Israel,” tegas Faizasyah.

Sabtu lalu, Maroko menjadi negara Arab keempat yang menormalisasi hubungannya kembali dengan Israel. Padahal, pada 2000 lalu, kedua negara saling menutup kantor penghubung di Tel Aviv serta Rabat.

Tapi, ada yang menyebut manuver Maroko ini terkait dengan pengakuan kedaulatan negaranya atas wilayah Sahara Barat yang masih jadi sengketa. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut hal ini sebagai perjanjian bersejarah. Dia bahkan mengaku akan kembali membuka penerbangan langsung antar-dua negara.

Wah, kasus Palestina dan Israel memang masih jadi isu yang sensitif di Indonesia, ya Millens. Kalau menurut kamu, apakah Indonesia memang perlu melakukan kerja sama bilateral dengan Israel atau tetap seperti ini saja? (Det/IB09/E05)