Investasi Triliunan Saudi untuk Industri Hiburan

Arab Saudi sepertinya benar-benar serius dengan visi mereka yang pengin membuat negaranya lebih modern dalam kebijakan wisata dan hiburan di sana. Puluhan miliar dolar disiapkan untuk membangun industri itu. Apa yang mereka rencanakan?

Investasi Triliunan Saudi untuk Industri Hiburan
Pengembangan industri pariwisata di Kota Riyadh, Arab Saudi. (Tirto.id)

Inibaru.id – Arab Saudi akan menginvestasikan dana senilai 64 miliar dolar AS atau setara Rp 875 triliun untuk mengembangkan industri hiburan dalam satu dekade mendatang. Investasi ini merupakan bagian dari program reformasi sosial dan ekonomi Saudi yang disebut Visi 2030.

Visi ini telah diumumkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Dalam rancangan tersebut, dia mengaku pengin mendiversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan Saudi pada minyak, termasuk meningkatkan belanja untuk budaya dan hiburan. 

Kepala Otoritas Hiburan Umum Ahmed bin Aqeel al-Khatib mengatakan, sekitar 5.000 acara telah direncanakan pemerintah tahun ini, seperti mendatangkan Maroon 5, Andrea Bocelli, dan pertunjukan sirkus Cirque du Soleil.

Bahkan, pembangunan gedung opera pertama Saudi saat ini telah dimulai di Riyadh. Sebuah kota hiburan di dekat Riyadh seukuran Las Vegas juga telah dimulai pengembangannya untuk menggenjot sektor pariwisata Arab Saudi.

Baca juga:
Dulu Nggak Ada, Profesi Kekinian Ini Sekarang Banyak Dicari
Ada Ular Sanca di KA Kertajaya, Punya Siapa?

"Di masa lalu, investor pergi ke luar kerajaan untuk menghasilkan karya mereka dan baru menampilkannya di Arab Saudi. Hari ini, perubahan telah dimulai dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hiburan akan dikerjakan di sini,” kata Mohammed, seperti ditulis Kumparan.com, Jumat (23/2/2018).

Pangeran Mohammed berambisi untuk menjadikan Arab sebagai negara Islam yang terbuka untuk semua agama, tradisi, dan masyarakat.

Belum Jelas

Hingga saat ini belum ada rincian jelas tentang alokasi penggunaan dana maupun tanggal pertunjukan dari nama-nama yang dipajang saat konferensi pers di Riyadh, Kamis (22/2).

Kendati begitu, belakangan ini Arab Saudi telah menggelar salah satu acara Festival Comic Con dan perayaan hari nasional yang bisa dihadiri kaum perempuan dan laki-laki sementara orang-orang menari di jalanan terbuka untuk kali pertama.

Pertengahan Januari lalu, larangan menonton sepak bola bagi para perempuan juga mulai dihilangkan. Perempuan Arab Saudi untuk kali pertama diperbolehkan menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion, walau dalam tahap awal dibatasi hanya untuk tiga kota besar, yakni Riyadh, Jeddah, dan Dammam.

Baca juga:
Tagar #NovelKembali Sambut Kepulangan Novel Baswedan
"Yowis Ben", Film Bayu Skak yang Bakal Bikin Kamu Kenal Kota Malang

Selain bisa nonton sepak bola, kaum hawa di Arab pun bakal diperbolehkan menyetir mobilnya sendiri. Mereka juga nggak bakal lagi "dikekang" dengan larangan menonton di bioskop umum. Larangan itu resmi dibatalkan. Jadi, siapapun kini bisa menonton bioskop umum, dengan perkiraan sekitar 300 bioskop mulai beroperasi pada tahun 2030.

Wah, bakal menarik sih. Saudi yang selama ini begitu terkesan "konservatif" dalam aturan ternyata kini bisa selonggar itu. (ANG/GIL)