Anak dari TKI yang Dihukum Mati Tulis Surat untuk Jokowi

Ayahnya dihukum pancung di Arab Saudi, pemuda ini kirim surat untuk Jokowi. Dia berharap nasib yang menimpa keluarganya nggak terulang lagi.

Anak dari TKI yang Dihukum Mati Tulis Surat untuk Jokowi
Surat Mustofa Kurniawan untuk Presiden Jokowi. (Mediamadura.com)

Inibaru.id – Mustofa Kurniawan, anak bungsu Zaini Misrin TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi menulis surat untuk Presiden Joko Widodo. Surat yang ditulis menggunakan tulisan tangan dari warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu berisi dua pesan penting untuk Presiden Jokowi.

Sebelum dieksekusi mati pada Minggu (18/3), pemerintah Indonesia diketahui telah memperjuangkan kebebasan Zaini Misrin selama 14 tahun. Namun, perjuangan bertahun-tahun itu gagal membuahkan hasil. Kendati gagal, Mustofa tetap mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas usaha pembebasan ayahnya seperti ditulis Liputan6.com, Kamis (22/3/2018). Selain menyampaikan ucapan terima kasih, pemuda 18 tahun ini berharap agar nasib tragis yang menimpa keluarganya tidak terulang lagi.

Dia mengaku nggak mudah merangkai tulisan untuk orang nomor satu di Indonesia. Namun, menulis surat menjadi salah satu cara bagi Mustofa agar perasaannya lega. Mustofa bakal mengirimkan surat itu melalui jasa pengiriman ke Kantor Kepresidenan.

Baca juga:
Akibat Letupan Gas Beracun, Kawah Ijen Ditutup
Film-Film Pemuncak Box Office Korsel Pekan Ini

Kepergian Zaini meninggalkan duka yang mendalam bagi Mustofa dan kakaknya Syaiful Thariq. Sementara istri almarhum Zaini saat ini juga menjadi TKI di Arab Saudi.

Berikut surat Mustofa Kurniawan untuk Presiden Jokowi yang seperti ditulis Tempo.co, Kamis (22/3/18).

Titipan Surat Teruntuk
Presidenku- Bapak Jokowi
di Jakarta.

Perkenalkan nama saya Mustofa Kurniawan, anak kedua dari Alm. H Zaini Misrin Arsyad (Slamet) yang menjadi korban dari kekejaman hukuman pancung di Arab Saudi.

Sebelumnya melalui tulisan tangan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pak presiden dan pemerintah Indonesia yang telah maksimal membantu saya dengan Abah saya.

Seumur hidup saya hanya bertemu 4 kali. 1 kali saat usia saya masih umur 3 tahun dan 3 kali difasilitasi oleh pemerintah berangkat ke Arab Saudi. Itu pun hanya hitungan jam, karena dikawal oleh polisi Arab Saudi.

Dalam suasana sedih, tak ada yang bisa saya perbuat selain mendoakan supaya Abah saya tenang di alam sana, mungkin sudah menjadi takdir Abah, ajalnya di tangan algojo Arab Saudi. Meski sudah melalui perjuangan panjang selama 14 tahun mencari keadilan itu hanya sebatas mimpi Abah.

Bahkan ketika bertemu terakhir dengan Abah, beliau masih sangat optimis akan bebas karena Abah sangat yakin tidak bersalah dan tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan.

Abah sempat bilang “Nak kita akan kumpul di Madura” ini yang membuat saya sedih dan terpukul ternyata mimpi itu kandas dan bahkan jenasah Abah pun tak bisa pulang ke Madura.

Inilah takdir Abah, dan saya jauh dari orang tua semenjak kecil menjadi hari-hari saya. Abah dan umi saya sama-sama TKI di Arab Saudi. Mencari uang untuk menghidupi saya dan kakak saya.

Bagi saya dan umi saya, hati-hati kedepan tentunya akan sangat menantang, saya sangat khawatir sekali terjadi dengan umi saya di Arab Saudi. Namun disisi lain umi lah satu-satunya sumber kehidupan bagi keluarga saya. Semoga tuhan memberikan saya dan umi petunjuk dan kekuatan menjalani ini semua…

Saya berharap kepada pemerintah semoga apa yang terjadi kepada Abah saya tidak terjadi lagi buat TKI-TKI yang lain.

Semoga yang menimpa saya tidak terjadi pada anak-anak Indonesia lain. Saya berdoa semoga kedepan ada kehidupan yang lebih baik bagi saya…

Terimakasih pak presiden
Terimakasih Pemerintah Indonesia.

20/03/2018

Atas Nama 
Mustofa Kurniawan

Baca juga:
Kembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia, Medcom.id Gandeng MES untuk Kerjasama
Membersihkan Sampah Antariksa dengan Laser

Semoga perlindungan terhadap TKI di luar negeri semakin kuat ya, Millens. Jadi, nggak ada lagi kasus seperti Zaini. (JAM/IF)