Kenapa sih Disebut Imlek?

Kenapa sih Disebut Imlek?
Perayaan Imlek. (Product Nation)

Selama ini, masyarakat Indonesia menyebut Tahun Baru warga Tionghoa dengan sebutan Imlek. Padahal istilah tersebut nggak dipakai di Tiongkok.

Inibaru.id – Sejak dulu, masyarakat Indonesia akrab dengan penyebutan Imlek untuk Tahun Baru Tionghoa. Padahal, istilah tersebut bukanlah istilah asli yang dipakai warga Tiongkok. Lalu, kenapa sih disebut Imlek?

Kompas.com, Kamis (31/1/2019), menulis, Kepala Kajian dan Riset Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) Aji Bromokusumo mengungkapkan, sebutan Imlek lahir melalui proses serapan penduduk Nusantara terhadap istilah Hokkian yin li.

“Imlek berasal dari kata yin li, artinya lunar calendar. Jadi, Tahun Baru Tionghoa itu sama dengan Tahun Baru Islam karena dihitung berdasarkan peredaran bulan,” ucap Aji.

Beberapa kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia juga menyebut Tahun Baru Imlek dengan istilah sincia. Istilah itu diserap dari dialek Hokkian untuk menyebut xin zheng yang dibaca sin ceng atau dalam dialeknya akan berbunyi cia gwe. Menurut Aji, istilah sin ceng merupakan singkatan dari xin zheng yue yang artinya bulan pertama yang baru.

Sementara di Tiongkok, istilah untuk perayaan serupa disebut sebagai Chunjie yang artinya festival menyambut musim semi. Istilah tersebut nggak digunakan di Indonesia karena Indonesia nggak memiliki musim semi. Karena itulah masyarakat Indonesia lebih umum menggunakan istilah Imlek” atau Sin Cia.

Selain itu, masyarakat luas juga sering salah mengira kalau Imlek itu hari raya. Padahal, Imlek adalah sebuah budaya untuk merayakan tahun baru.

Kendati demikian, Imlek memiliki makna yang sangat agamis. Saat Imlek, masyarakat Tionghoa akan melakukan sembahyang selama 15 hari. Hari kedua, ketujuh, dan kesembilan perayaan Imlek biasanya menjadi hari khusus beribadah bagi umat Kong Hu Cu, Taoisme, atau Buddha. Namun, tradisi beribadah dapat dilakukan sesuai jadwal tempat peribadatan masing-masing.

Mereka juga akan melakukan serangkaian tradisi seperti saling berkunjung, berdoa, meminta maaf kepada yang lebih tua, dan berbagi angpao kepada yang lebih muda. Imlek juga sangat identik dengan makanan khas yang menjadi menu perayaannya, misalnya, kue keranjang, jeruk, dan asinan.

Nah, sekarang sobat Millens sudah tahu kan arti Imlek sesungguhnya? Kalau di daerahmu, lebih sering pakai istilah Imlek” atau Sin Cia, nih? (IB07)