Ini yang Bakal Terjadi Jika Indonesia Terapkan Lockdown

Ini yang Bakal Terjadi Jika Indonesia Terapkan Lockdown
Indonesia belum memberlakukan lockdown demi menghadapi wabah virus corona. (JakartaPost/Wendra Ajistyatama)

Berbagai negara telah menerapkan lockdown demi mengendalikan virus corona. Lantas, mengapa Indonesia belum memberlakukannya? Ternyata ini alasannya.

Inibaru.id – KIni beberapa negara memutuskan untuk memberlakukan lockdown demi menurunkan penyebaran virus corona (COVID-19). Namun, pemerintah Indonesia sepertinya masih enggan untuk melakukannya. Apa alasannya?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, berkata bahwa ada dampak besar yang akan dirasakan Indonesia jika menerapkan lockdown.

Lockdown itu untuk Indonesia dampak negatifnya jauh lebih besar dari negara lain karena banyak yang di sektor informal. Pedagang bakso nggak bisa jualan bakso. Berapa ribu masyarakat kita yang jualan bakso, yang jualan ketoprak, yang jualan pecel, yang jualan siomay, yang buka warung. Mereka akan kehilangan income. Berapa lama mereka bisa bertahan,” terang Piter.

Piter mengungkapkan bahwa jika lockdown diberlakukan di Indonesia, maka pemerintah harus memberikan bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat menengah ke bawah, khususnya untuk pekerja sektor informal.

Pemberian desinfektan di stasiun demi mencegah virus corona. (wowkeren.com)
Pemberian desinfektan di stasiun demi mencegah virus corona. (wowkeren.com)

Menurutya hal ini nggak cuma berlaku untuk lockdown secara nasional, lockdown di Jakarta saja sudah bisa memberikan pengaruh besar bagi perekonomian Indonesia. Hal ini disebabkan karena sekitar 75 persen pergerakan uang nasional berlangsung di Ibu Kota.

“Dampak ekonominya agak sukar dihitung karena kita belum tahu berapa lama (jika lockdown) akan terjadi. Lockdown-nya misalnya seminggu, dua minggu, sebulan, beda hasilnya. Kalau dilakukan di Jakarta akan cukup signifikan pengaruhnya karena porsi Jakarta terhadap ekonomi nasional besar. 75% peredaran uang kan adanya di Jakarta, Jabodetabek,” jelas Ekonom dari PT Bank Central Indonesia Tbk, David Sumual.

Pertumbuhan ekonomi yang belakangan melambat dianggap sebagai sesuatu yang wajar karena hampir semua negara mengalaminya sebagai dampak dari wabah virus corona.

David juga menyebut sekolah yang sudah diliburkan dan sebagian perusahaan yang sudah memperbolehkan karyawan bekerja di rumah atau work from home sebagai salah satu tindakan semi-lockdown. Apalagi kini jalanan cenderung lebih sepi dan berbagai tempat wisata sudah ditutup.

Pemerintah Sudah Siapkan Dana Jika Harus Lockdown

Menkeu Sri Mulyani memastikan Kemenkeu siap jika <i>lockdown </i>diberlakukan (harianhaluan.com)
Menkeu Sri Mulyani memastikan Kemenkeu siap jika lockdown diberlakukan (harianhaluan.com)

Jika virus corona sulit dikendalikan sehingga pemerintah harus menerapkan lockdown, maka pemerintah juga harus menyiapkan sejumlah opsi. Berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah diantaranya yaitu bantuan langsung tunai, menyiapkan pasokan pangan, dan penyediaan alat kesehatan bagi fasilitas kesehatan mengingat lalu-lintas barang tentu akan terganggu.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku pihaknya sebenarnya sudah siap jika pemerintah memutuskan untuk memberlakukan lockdown. Namun, pemerintah masih mempertimbangkan ketersediaan sumber daya manusia untuk mendistribusikan logistik jika sampai memberlakukannya. Soal ketersediaan dana, Sri juga menyebut pemerintah sudah siap.

Kini kemenkeu juga sedang melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) jika sampai skenario lockdown diterapkan. Hal ini perlu mengingat efek dari keputusan ini akan terasa hingga ke pelosok desa.

Kalau menurut Millens, sebaiknya Indonesia memberlakukan lockdown nggak sih? (Det/IB09/E06)