Hari Tidur Sedunia, Saatnya Menengok Kembali Pentingnya Tidur

Banyak orang yang kini mengesampingkan tidur saking padatnya aktivitas. Dengan adanya Hari Tidur Sedunia, masyarakat diharapkan dapat meresapi kembali pentingnya arti tidur.

Hari Tidur Sedunia, Saatnya Menengok Kembali Pentingnya Tidur
Ilustrasi tidur. (Shutterstock)

Inibaru.id – Sobat Millens pernah dengan Hari Tidur Sedunia? Eits, jangan tertawa dulu karena peringatan ini memang nyata adanya. Bukan untuk bermalas-malasan atau mencari alasan untuk bolos kuliah, Hari Tidur Sedunia bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya tidur.

Peringatan ini kali pertama diusulkan World Sleep Society pada 2018 lalu. Mereka pengin mengingatkan masayarakat betapa pentingnya tidur sebagai pilar kesehatan dan kualitas hidup. Alhasil, peringatan ini dilakukan setiap Jumat sebelum musim semi. Tahun lalu, Hari Tidur Sedunia jatuh pada 16 Maret, tapi tahun ini maju sehari yakni 15 Maret.

Nah, mumpung momennya pas, kamu perlu lebih menghargai lagi waktu tidurmu nih. Bila kamu sering mengabaikan tidur, cobalah mulai memperhatikannya. Ini karena kurang tidur bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Nggak hanya itu, kurang tidur juga mempengaruhi pola kehidupan seseorang hingga mengakibatkan masalah perekonomian. Berdasarkan sebuah data, insomnia mempengaruhi 30-45 persen populasi yang menghabiskan biaya ekonomi Amerika Serikat hingga 107,5 miliar dolar AS.

Orang yang kekurangan tidur atau nggak mendapat kualitas tidur yang baik, biasanya menjadi lebih sensitif, mudah emosi, dan cepat marah. Hal ini mengakibatkan menurunnya produktivitas, cenderung melakukan kesalahan dalam pekerjaan karena nggak dapat tampil prima, hingga masalah kesehatan yang mudah datang.

Karena itulah, tidur sangat penting karena dapat berpengaruh terhadap kehidupanmu dan orang lain. Para peneliti di Mayo Clinic Center untuk Sleep Medicine mengatakan, tidur yang sehat dapat mengurangi masalah kesehatan seperti obesitas, hipertensi, depresi, dan Alzheimer.

Bagi orang dewasa, tidur penting sebagai masa pemulihan fisik dan mengganti bagian tubuh yang rusak. Selain itu, tidur juga jadi waktu pembersihan tubuh (detoksifikasi).

Selain kebutuhan tidur yang harus terpenuhi, ketepatan waktu tidur juga membantu tubuh kembali segar dan energik di hari berikutnya. Jika kamu memulai aktivitas saat matahari bersinar dan beristirahat saat bulan menghiasi langit, tandanya waktu tidur terbaikmu berada di antara jam 10 malam dan waktu bangun sekitar jam 6 pagi.

Beberapa ahli juga menyebut pemilihan waktu tidur berkisar antara pukul 8 malam sampai 12 malam. Di antara waktu itu, kamu akan mendapatkan tidur yang nyenyak dan mimpi indah.

So, mulai sekarang lebih perhatikan waktu tidurmu ya, Millens. (IB07/E04)