Ini Dia “Uneg-uneg” Warga Jateng pada Sudirman Said Demi Kemajuan Jateng

Warga Jateng lewat perwakilan dari 6 karisidenan menyampaikan aspirasi pada Sudirman Said terkait permasalahan yang ada di Jateng.

Ini Dia “Uneg-uneg” Warga Jateng pada Sudirman Said Demi Kemajuan Jateng
Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said bersama perwakilan warga dari 6 karisidenan di Jateng. (Foto: inibaru.id)

Inibaru.id – Silaturahmi akbar antara Sudirman Said dengan warga Jateng yang digelar Minggu (20/8/2017) berlangsung meriah. Ribuan warga dari berbagai daerah di Jateng dan dari berbagai kalangan datang memenuhi ruang Balairung, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Dalam acara tersebut perwakilan dari 6 karisidenan di Jateng menyampaikan aspirasinya pada Bung Dirman, sapaan akrab masyarakat pada Sudirman Said yang mereka gadang-gadang bakal memberi perubahan bagi Jateng. 6 karisidenan tersebut diantaranya adalah Semarang, Solo, Banyumas, Pati, Kedu, Pekalongan.

Baca juga: Sudirman Said: Pilkada Bukan Ajang Para Kandidat tapi Hajat Rakyat

Keenam perwakilan tersebut menyampaikan “uneg-uneg” mereka terkait permasalahan yang masih dihadapi warga Jateng dan harapan besar mereka terhadap Sudirman Said untuk memimpin Jateng. Beberapa hal yang membuat kelompok masyarakat ini mendukung Sudirman sebagai orang nomor satu di Jateng.

  1. Kesenjangan sosial dan ekonomi di Jateng. Kesenjangan ini telah menimbulkan berbagai macam persoalan, seperti salah satunya adalah meningkatnya permasalahan kriminal.
  2. Permasalahan di bidang pertanian. Petani hampir tidak merasakan hasilnya karena harga produksi tak seimbang dengan biaya yang mereka keluarkan.
  3. Sudirman Said berasal dari background keluarga yang miskin. Namun dengan prestasinya yang luar biasa, rakyat yakin Sudirman bisa memimpin dan mengatasi segala permasalah yang ada di Jateng.

Baca juga: Hadiri! Silaturahmi Akbar Sudirman Said, Menuju Masa Depan Baru Jateng

Diungkapkan Sapto Widodo, ketua panitia silaturahmi akbar Sudirman Said bahwa esensi dari silaturahmi yang digelar merupakan proses pembangunan relasi mendalam antar warga Jateng. Warga bisa menyampaikan aspirasinya untuk kemajuan Jateng, sementara Sudirman bisa mendengarkan “uneg-uneg” warga dan berusaha  mencari solusinya bersama. (IP/IB)