Ini Beberapa Poin Sorotan Lestari Moerdijat di Hari Pers Nasional 2020

Ini Beberapa Poin Sorotan Lestari Moerdijat di Hari Pers Nasional 2020
Wakil Ketua MPR-RI, Lestari Moerdijat. (Yayasan Dharma Bhakti Lestari/ Budi)

Menyambut Perayaan Hari Pers Nasional 2020, Lestari Moerdijat menyoroti peran jurnalis dalam melawan berita hoaks dan kekerasan pada wartawan.

Inibaru.id – Wakil Ketua MPR-RI Lestari Moerdijat mengungkap beberapa hal yang perlu menjadi sorotan pada perayaan Hari Pers Nasional 2020 ini. Dia ingin agar para jurnalis dan produknya bisa menjadi pedoman masyarakat dalam melawan berita bohong atau hoaks.

Media Indonesia, Jumat (7/2/20) menulis, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini digelar pada 7-9 Februari 2020 dan dipusatkan di Banjarmasin, Kalimatan Selatan.

Dalam pernyataannya, perempuan yang akrab disapa Mbak Rerie ini menyebut media sosial di Indonesia sering dipakai untuk menyebarkan hoaks. Selama Agustus 2018 hingga April 2019 saja, Kominfo mencatat ada 1.731 hoaks yang terkait dengan isu politik, pemerintahan, kesehatan, fitnah, serta kejahatan.

“Bahkan ada kecenderungan informasi hoaks mengarah ke politik identitas yang bisa berujung pada perpecahan bangsa. Pada kondisi seperti itu, pers harus mengambil peran sebagai perekat dan pemersatu bangsa lewat berita-berita yang akurat, kredibel, dan menyajikan sudut pandang yang mendorong persatuan,” pesan wanita yang akrab dipanggil Rerie tersebut.

Selain menyarankan jurnalis untuk menjaga kredibilitas narasumber, akurasi data, serta profesionalitasnya, Mbak Rerie juga menyoroti kasus kekerasan pada wartawan yang masih sering terjadi. Hal ini sesuai dengan data yang diungkap oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI). Sayangnya, karena tidak mendapatkan dukungan dari perusahaan, kasus kekerasan terhadap jurnalis justru jarang yang benar-benar mendapatkan keadilan hukum.

Hingga 23 Desember 2019 saja, setidaknya ada 53 kasus kekerasan pada wartawan yang terjadi pada 2019. Memang, angka ini turun dibandingkan dengan kasus kekerasan pada 2018 yang mencapai 64 kasus, namun tetap saja hal ini masih mengkhawatirkan.

Rerie pun meminta pemerintah untuk lebih serius untuk menjamin kebebasan pers sehingga kasus kekerasan seperti ini supaya nggak lagi terulang.

Semoga kebebasan pers di Indonesia semakin terjamin agar selalu bisa menyajikan informasi buat masyarakat ya, Millens! Selamat Hari Pers Nasional! (IB09/E06)