Ini Alasan Sopir Bus Membiarkan Mesin Tetap Hidup meski Sedang Parkir

Ini Alasan Sopir Bus Membiarkan Mesin Tetap Hidup meski Sedang Parkir
Ilustrasi bus. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Kamu pasti berpikir mengapa mesin bus nggak langsung dimatikan sesaat setelah berhenti. Selain alasan kenyamanan, alasan apa lagi ya yang mendasarinya?

Inibaru.id - Mungkin ada di antara kamu yang bertanya, mengapa mesin bus tetap dibiarkan menyala meski sedang parkir. Biasanya, ini dilakukan para sopir bus antarprovinsi atau antarpulau yang menempuh perjalanan cukup jauh.

Berbeda dengn mobil biasa, mesin bus dibiarkan tetap menyala untuk menurunkan temperatur mesin agar nggak terlalu panas. Namun, ada juga lo pengemudi bus yang memilih mematikan mesin saat parkir.

Terkait hal ini, ada dua hal yang mendasarinya. Technical Training & Support Center Dept Head PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) Suyadi mengatakan, dua alasan tersebut yakni untuk kenyamanan penumpang dan mekanisme pada diesel mesin.

Alasan pertama adalah kenyamanan penumpang. (Inibaru.id/ Audrian F)
Alasan pertama adalah kenyamanan penumpang. (Inibaru.id/ Audrian F)

"Sebenarnya tergantung kebutuhan bisa dimatikan atau tidak, kalau bus pariwisata mesinnya dimatikan nanti penumpangnya protes supaya dari sisi kenyamanan supaya AC tetap hidup," ungkapnya.

Lalu, untuk urusan teknis, mesin diesel bus punya standar pengoperasian khusus, terutama saat menghidupkan dan mematikan mesin. Haram hukumnya pengemudi menyalakan bus kemudian mengemudikannya atau langsung mematikan mesin, karena bisa memengaruhi durabilitas mesin.

"Komponen mesin bisa macet, turbo juga kena (rusak)," jelasnya.

Mematikan mesin secara langsung dapat memengaruhi durabilitasnya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Mematikan mesin secara langsung dapat memengaruhi durabilitasnya. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sebagai informasi, kinerja mesin diesel yang optimal membutuhkan kompresi dan suhu yang tinggi. Sehingga, jika suplai udara dan panas kurang, kerja turbo bisa nggak maksimal.

"Makanya kalau mesin bus dihidupkan butuh proses warming-up sekitar 5-10 menit, supaya panas, kan kapasitasnya 9.000 cc jadi butuh pemanasan lebih lama baru bisa jalan," papar Suyadi.

Begitu pula jika pengin mematikan mesin, butuh 3-5 menit supaya mesin idle hingga suhu mesin nggak terlalu panas.

Nah, sudah tahu kan sekarang? So, jangan buru-buru suruh sopir bus mematikan mesin karena alasan menghemat solar ya! Ha-ha. (Kum/IB27/E03)