Ini 5 Fakta Supir Angkot di Semarang yang Bawa Bayinya Saat Narik
Nurul, supir angkot yang membawa bayinya, Bilqis bekerja di angkot. (Tagar/Sigit AF)

Ini 5 Fakta Supir Angkot di Semarang yang Bawa Bayinya Saat Narik

Kisah Nurul Mukminin, supir angkot yang selalu membawa bayinya saat bekerja sebagai supir angkot di Semarang viral di media sosial. Seperti apa fakta di balik kisahnya?

Inibaru.id – Kisah supir angkot bernama Nurul Mukminin (46) yang membawa bayinya di jok depan saat bekerja viral di media sosial. Sang bayi bernama Bilqis Choirun Nisa tersebut diketahui masih berusia 3,5 bulan.

Kompas, Rabu (12/2/20) menulis, Nurul mengaku terpaksa membawa buah hatinya yang masih bayi ini karena sang ibu, Ariana Dwi Setyowati (21) meninggal pada November 2019 silam akibat penyakit asam lambung. Nurul pun kini harus berperan sebagai orang tua tunggal bagi dua anaknya.

Berikut adalah beberapa fakta tentang sang supir yang membawa bayinya ‘narik’ di Semarang.

Bayi Dimandikan di Terminal

Setiap pagi, Nurul mengantarkan putri pertamanya yang masih berusia 7 tahun, Balqis Choirun Najwa ke SD Pancasila, Semarang dengan angkot yang menjadi penghidupannya. Setelahnya, Nurul membawa Bilqis yang masih bayi mandi di Terminal Mangkang.

Dia melakukannya karena kerepotan untuk meminta air ke tetangganya jika harus memandikannya di rumah. Selain itu, Nurul bisa dengan mudah menidurkan Bilqis sambil mangkal menunggu giliran angkotnya.

Bilqis ditempatkan di jok depan agar Nurul bisa dengan mudah memberikan botol susu jika anaknya menangis.

Sang Istri Sudah Meninggal

Nurul sudah terbiasa membawa buah hatinya di angkot sejak istrinya meninggal pada November 2019. Bilqis ternyata lahir prematur dengan berat hanya 1,6 kg. Hingga saat ini, Nurul masih memiliki hutang biaya persalinan istri di RSUP Kariadi, Semarang.

“Saya masih punya tunggakan di sana Rp9,3 juta. Perjanjiannya enam bulan setelah melahirkan atau April 2020 harus dilunasi,” terangnya.

Berpenghasilan Rendah

Setiap harinya, Nurul hanya mendapatkan sekitar Rp50.000 hingga Rp70.000. Hasil dari pendapatan menarik angkot ini dianggap nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Penghasilan setiap harinya hanya dapat Rp50.000 sampai Rp70.000 per harinya. Cuma cukup untuk membelikan susu dan pampers Bilqis,” terang Nurul.

Dulu, Bilqis sempat dititipkan ke tetangganya. Namun karena nggak sanggup membayar jasa asuh, dia pun memutuskan untuk membawa Bilqis bersamanya saat bekerja.

Mendapatkan Bantuan

Kisah Nurul yang viral di media sosial membuat banyak orang ingin memberikan bantuan. Salah satunya adalah Baim Wong. Baim mengaku akan melunasi hutang biaya persalinan ke rumah sakit. Selain itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga pernah mengunjunginya.

Pada Selasa (11/2), Hendi datang ke kediaman Nurul di Kelurahan Wonosari RT 4/RW 7 bersama dengan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Aulinsyah Lubis, Ketua DPRD Semarang, Kadarlusman, serta Kejari Kota Semarang, Sumurung. Hendi meminta seorang perawat bernama Dian Ika dari Pekerja Sosial Masyarakat untuk mengasuh Bilqis sehingga Nurul bisa mencari nafkah dengan tenang.

Selain itu, Hendi juga meminta camat dan lurah setempat untuk menangani masalah kependudukan bagi Nurul dan keluarganya. Pasalnya, Nurul ternyata masih memiliki identitas dari Bengkulu.

Cita-Cita Nurul

Nurul mengaku nggak patah semangat dan terus berusaha untuk membesarkan kedua buah hatinya. Dia berjanji akan terus bekerja keras agar anaknya bisa hidup berkecukupan.

Semoga saja impian Nurul bisa terpenuhi, ya Millens? (IB09/E06)

Berusia Seabad, Rumah Kuno di Semarang Ini Dihuni 70 Keluarga
Berusia Seabad, Rumah Kuno di Semarang Ini Dihuni 70 Keluarga

Terletak nggak jauh dari Masjid Kauman Semarang, rumah yang berusia lebih dari seabad ini dikenal dengan Rumah 100 Kepala Keluarga. Gimana sih kisah dari rumah unik yang satu ini?

https://www.inibaru.id/tradisinesia/berusia-seabad-rumah-kuno-di-semarang-ini-dihuni-70-keluarga

Niki Hutomo, Desainer Semarang Langganan Kontestan Puteri Indonesia
Niki Hutomo, Desainer Semarang Langganan Kontestan Puteri Indonesia

Kecintaan terhadap dunia gambar membawa Niki Hutomo menekuni dunia fesyen. Ciri khas dari desainnya yaitu cantik, simpel, dan elegan. Nggak heran kalau para kontestan ajang kecantikan memakai karyanya. Sebut saja juara IV Puteri Indonesia 2017 Dea Rizkita dan Puteri Indonesia 2015 Anindya Putri. Yang teranyar, karyanya dipakai pemenang Puteri Indonesia Jawa Tengah 2019 Pratiwi Hidayasari.

https://www.inibaru.id/inspirasi-indonesia/niki-hutomo-desainer-semarang-langganan-kontestan-puteri-indonesia