Ingin Sehat? Jangan Melanggar Batas Maksimal Makan Mi Instan dalam Sebulan Ini!

Ingin Sehat? Jangan Melanggar Batas Maksimal Makan Mi Instan dalam Sebulan Ini!
Ilustrasi: Mi instan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Siapa sih yang nggak suka dengan mi instan? Sayangnya, pakar kesehatan meminta kamu untuk membatasi konsumsinya. Seberapa banyak ya yang boleh kita makan dalam sebulan?

Inibaru.id – Siapa sih yang nggak suka dengan mi instan? Terlebih, konon mi instan asli Indonesia dikenal yang paling enak sedunia. Masalahnya, mi instan bisa bikin ketagihan. Kamu juga nggak boleh berlebihan dalam mengonsumsinya.

Memang, ada yang bisa makan mi instan setiap hari, bahkan nggak jarang menjadikannya makanan pokok atau lauk. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada baiknya kamu membatasinya kalau tetap ingin sehat.

Seow Vi Vien, ahli diet dari Mount Elizabeth Hospital menyarankan konsumsi mi instan sebaiknya dibatasi satu atau dua kali saja dalam sepekan. Sementara itu, dr Frank Hu dari Harvard University justru menyarankan konsumsinya satu atau dua kali saja dalam sebulan.

Efek Buruk pada Kesehatan

Mi instan tinggi lemak jenuh dan natrium. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)<br>
Mi instan tinggi lemak jenuh dan natrium. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Meski memberikan rekomendasi yang berbeda, keduanya sepakat bahwa kebiasaan makan mi instan bisa memberikan efek buruk pada kesehatan.

Sebagai contoh, Vien menyebut mi instan termasuk dalam makanan tinggi lemak jenuh dan natrium. Padahal, nutrisi sehat seperti vitamin, mineral, apalagi serat di dalamnya sangat minim.

Kalau cermat mengecek pada kemasan, dalam sebungkus mi instan kamu bisa melihat kandungan natriumnya yang mencapai 1.700 miligram. Jumlah ini sudah mencapai 85 persen dari kebutuhan harian, lo! Kalau dikonsumsi lebih banyak, asupan natriummu dipastikan akan berlebihan.

Masalahnya, konsumsi natrium berlebihan bisa membuat tekanan darah naik. Kalau kamu sering melakukannya, risiko terkena hipertensi dan stroke bisa meningkat dengan drastis. Penyakit-penyakit tersebut berpotensi mematikan, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Dampaknya Lebih Berbahaya bagi Perempuan

Mi instan dalam stiriofoam jauh lbih berbahaya bagi perempuan. (iStock)
Mi instan dalam stiriofoam jauh lbih berbahaya bagi perempuan. (iStock)

Sementara itu, dr Hyun Joon Shin dari Baylor Hart and Vascular Hospital, Texas, Amerika Serikat menyebut kebiasaan makan mi instan bisa memberikan efek lebih buruk bagi perempuan daripada laki-laki. Hal ini dia ungkap dalam The Journal of Nutrition.

Menurutnya, kebiasaan makan mi instan, apalagi yang diolah dalam wadah stirofoam, bisa memengaruhi kadar hormon estrogen. Inilah yang membuat dampak kesehatan kaum hawa jauh cepat terpengaruh dibandingkan laki-laki.

Melihat fakta ini, sebaiknya kamu harus pandai-pandai memilih waktu makan mi instan, ya Millens. Pastikan untuk membatasi konsumsinya agar tetap sehat, ya. (Kom/IB09/E03)