Ingin Perlebar Jaringan Hingga ke Daerah, EDII Resmikan Kantor Cabang Semarang

Ingin Perlebar Jaringan Hingga ke Daerah, EDII Resmikan Kantor Cabang Semarang
Peresmian kantor EDII cabang Kota Semarang. (Inibaru.id/ Audrian F)

PT. Electronic Data Interchage Indonesia (EDII) membuka kantor cabang di Semarang, Kamis (27/2). Dibukanya kantor cabang ini memiliki tujuan agar bisa memperlebar jaringan hingga ke daerah.

Inibaru.id - PT. Electronic Data Interchage Indonesia (EDII), pada Kamis (27/2) resmi membuka kantor cabangnya di Kota Semarang. Lokasinya berada di Semarang Bizpark, Jalan Madukoro Raya Blok A No 7, Krobokan, Semarang.

FYI, EDII adalah perusahaan yang mempelopori pengembangan Layanan Data Interchange Elektronik (PDE) di Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Dibukanya kantor cabang baru tersebut juga berkaitan dengan misi EDII yang hendak memperluas jangkauan pasarnya dalam rangka menghadapi era industri 4.O. Sebelumnya EDII hanya menjadi klien Bea Cukai, tapi saat ini EDII akan mengarah ke sektor pemerintahan mulai dari kementerian hingga pemeintah daerah.

Menurut Direktur Utama EDII Helmi Wantono (Batik) memotong tumpeng sebagai tanda peresmian. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Menurut Direktur Utama EDII Helmi Wantono (Batik) memotong tumpeng sebagai tanda peresmian. (Inibaru.id/ Audrian F)

Menurut Direktur Utama EDII Helmi Wantono mengatakan kalau pengembangan industri di daerah sudah berkembang. Karena itu selain meluaskan pasar hingga ke luar negeri, EDII juga akan merujuk ke daerah. Dia akan mengajak pelaku bisnis dan pelanggan yang ada di daerah.

“Kita memiliki filosofi, kalau mau tumbuh dan berkembang harus berani berkolaborasi dengan perusahaan lokal, kemudian kalau mau besar harus berani berkolaborasi dengan perusahaan luar negeri,” ucapnya.

Para pejabat EDII saat mengelilingi kantor baru EDII. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Para pejabat EDII saat mengelilingi kantor baru EDII. (Inibaru.id/ Audrian F)

Mengenai kantor baru ini, ada konsep khusus yang diusung. Yakni letak penataan ruang yang didesain khusus untuk para pekerja milenial. Jadi nggak ada bilik-bilik sekat antar pekerja atau ruangan khusus sebagaimana gambaran sistem kerja sebuah perusahaan. Konsepnya lebih cair.

“Kita ini kan mengelola SDM-nya sudah berubah total. Kalau dulu mungkin seperti birokrasi yang ketat sekarang lebih bebas dan leluasa. Jadi seperti yang dilihat tadi, kamu mau kerja sambil main game, berbaring, kaki di atas dan di bawah, ya silakan saja. Yang penting hasil akhir harus dipertanggung jawabkan,” ujarnya.

Nggak kaku, kantor baru EDII dibuat dengan konsep milenial. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Nggak kaku, kantor baru EDII dibuat dengan konsep milenial. (Inibaru.id/ Audrian F)

Selain itu, Helmi Wantono juga menambahkan dalam menghadapi industri 4.O ini kita sudah berpartner dengan perusahaan besar agar bisa transfer ilmu pengetahuan, guna mengetahui perkembangan teknologi. Kemudian EDII juga mempersiapkan dana investasi yang cukup besar untuk mempersiapkan SDM

“Jadi mereka bisa transfer ilmu pengetahuan. Kita beri training. Kemudian mereka bisa  mengembangkan bisnis yang berbasi 4.O. Sampai sekarang sudah ada produk yang dikomersialkan dan dijual yaitu Business Intelligence. Selain itu sudah bisa membuat dashboard perusahaan-perusahaan besar,” pungkasnya.

Wah, cukup pesat juga perkembangan dari EDII ya, Millens. Semoga dengan dibukanya kantor yang baru ini bisa membawa dampak positif untuk semuanya ya. (Audrian F/E05)