Ingin Berkebun Organik? Yuk Simak Tips-Tips Berikut

Ingin Berkebun Organik? Yuk Simak Tips-Tips Berikut
Berkebun organik semakin menarik untuk dilakukan. (Flickr/ woodleywonderworks)

Belakangan ini, aktivitas berkebun organik diminati banyak orang. Nah, biar berhasil, yuk simak apa saja yang perlu dilakukan?

Inibaru.id – Salah satu hobi yang dilakukan banyak orang di masa pandemi adalah berkebun. Nah, salah satu jenis berkebun yang mulai diminati adalah berkebun organik. Kabarnya, cara berkebun ini bisa memberikan banyak manfaat bagi alam, lo.

Memang, perkembangan teknik perkebunan membuat kita bisa berkebun di lahan sempit, di sekitar atau bahkan dalam rumah, hingga di tanah pekarangan. Masalahnya, kalau kita sembarangan memberikan pupuk, khususnya yang bukan alami, bisa membuat lingkungan jadi rusak. Karena alasan inilah semakin banyak orang yang mulai melirik berkebun secara organik.

Nah, berikut adalah sejumlah tips berkebun organik yang sebaiknya kamu perhatikan.

Siapkan Tanahnya Dulu

Meski sekarang menanam nggak harus memakai media tanah, nggak ada salahnya juga untuk menyiapkannya untuk mencoba berkebun secara organik. Pastikan bahwa tanah yang bakal dipakai berkualitas dan “sehat”.

Masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang ke dalamnya. Keberadaan pupuk ini akan membuat tanah dipenuhi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Karena organik, hindari penggunaan pupuk kimia, ya?

Hal lain yang perlu kamu perhatikan adalah penghalang hama. Jangan gunakan pestisida atau bahan kimia pembunuh hama lainnya. Sebagai contoh, kamu bisa membuat rumah plastik kecil atau jaring penghalau serangga. Jika hal itu dirasa terlalu ribet, bisa kok memasang semacam botol plastik yang diberi air atau bahan lain untuk mengalihkan perhatian hama.

Berkebun organik harus memperhatikan keseimbangan alam. (Flickr/NC State Extension Garde)
Berkebun organik harus memperhatikan keseimbangan alam. (Flickr/NC State Extension Garde)

Memperhatikan Keseimbangan Alam

Namanya juga berkebun secara organik, tentu yang diperhatikan adalah keseimbangan alam. Kamu bisa membiarkan kupu-kupu, burung, lebah untuk sering hinggap di kebun. Mereka bisa membantu penyerbukan atau penyebaran benih, lo.

Kamu bisa menanam sejumlah bunga yang bisa mengundang kupu-kupu atau serangga. Membuat kolam kecil juga bisa jadi pilihan menarik.

Perhatikan Jenis Tanaman

Meski sayuran atau buah yang kamu tanam ukurannya kecil, jangan terus-terusan menanam yang sama, ya? Rotasi tanaman dengan yang lain. Hal ini diharapkan bisa membantu mencegah nutrisi di dalam tanah habis dengan cepat sekaligus mencegah munculnya penyakit tanaman.

Jarak antar tanaman juga harus kamu perhatikan agar pertumbuhannya bisa berlangsung dengan maksimal.

Perhatikan Cara Merawat Tanaman

Pastikan tanaman mendapatkan sinar matahari dengan cukup ya. Nah, kalau menyiramnya, juga nggak boleh sembarangan. Kalau terlalu sering misalnya, bisa jadi akan membuat pertumbuhan jamur yang merusak daun atau akar semakin parah.

Baca-bacalah dulu tentang aturan penyiraman tanaman sesuai dengan jenisnya. Selain itu, kamu juga sebaiknya memastikan kebun terbebas dari gulma atau rumput-rumput liar yang bisa membuat nutrisi tanah cepat habis.

Memang, berkebun organik gampang-gampang susah untuk dilakukan. Asalkan mau telaten, hasilnya bisa sangat memuaskan, lo. Jadi, kapan mulai mencoba menanam, Millens? (Cnn/IB09/E05)