Info Penting! Jalan-Jalan Protokol di Pusat Kota Semarang Tutup 24 Jam Selama Akhir Pekan

Info Penting! Jalan-Jalan Protokol di Pusat Kota Semarang Tutup 24 Jam Selama Akhir Pekan
Kawasan Simpang Lima lengang karena ditutup mulai petang hingga pagi. (Inibaru.id/ Audrian F)

Setelah beberapa hari ini beberapa jalan protokol di pusat kota ditutup pada pukul 18.00 sore, kali ini Wali Kota Semarang bermaksud menutupnya penuh pada akhir pekan. Aturan ini diambil bedasarkan evaluasi yang sudah dilakukan beberapa instansi terkait.

Inibaru.id - Langkah pencegahan virus corona terus digencarkan Kota Semarang, salah satunya dengan menutup pusat kota untuk menghindarkan keramaian. Namun kali ini, pemberlakuan penutupan di sejumlah ruas jalan akan lebih diperpanjang waktunya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi membeberkan, setelah berkoordinasi dengan pihak Polrestabes, Dishub dan Dirlantas Polda Jateng, penutupan tersebut akan dilakukan selama 24 jam.

"Kita akan lakukan penutupan pada Jumat, Sabtu, Minggu. Kemungkinan kita tutup 24 jam. Untuk Senin sampai Jumat, jalan kita tutup sore hingga pagi hari. Tapi Untuk Sabtu-Minggu 24 jam," katanya.

Hendrar Prihadi sudah mengumumkan penutupan jalan protokol. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Hendrar Prihadi sudah mengumumkan penutupan jalan protokol. (Inibaru.id/ Audrian F)

Perpanjang durasi tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penutupan jalan yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu lalu. Menurutnya, peraturan ini terbukti efektif mengurangi mobilitas masyarakat.

Jalan yang ditutup meliputi Jalan Pandanaran mulai Tugumuda sampai Simpang Lima, Jalan Pemuda mulai Paragon mall sampai Tugumuda, Jalan Pahlawan mulai Air Mancur sampai Simpang Lima, Jalan A Yani mulai Simpang RRI sampai Simpang Lima, serta Jalan Gajah Mada.

Lebih jauh, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi juga belum memutuskan untuk melakukan penutupan kota. Namun dia  akan mendukung apabila masyarakat mau menutup daerah-daerah kecilnya masing-masing.

"Kami lagi menggerakkan warga-warga di kampung-kampung, Pak RT dan Pak  RW untuk memasang portal, artinya kalau warga sendiri bisa buka tutup tapi kalau ada orang luar kan pasti akan ditanya," ujarnya.

Beberapa orang sedang duduk-duduk di sekitar Simpang Lima. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Beberapa orang sedang duduk-duduk di sekitar Simpang Lima. (Inibaru.id/ Audrian F)

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah perlunya bergerak bersama. Setelah masyarakat paham dan mau bergerak bersama, hal berikutnya yang menjadi fokus Pemkot Semarang adalah kesembuhan pasien covid-19.

Jadi seperti itu ya, Millens. Yuk, saling membantu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. (Audrian F/E05)