Indosiar Kena Korban Boikot Netizen

Indosiar Kena Korban Boikot Netizen
heboh dunia maya (Foto:logo universitas terbuka)
1k
View
Komentar

inibaru.id - Media televisi swasta kembali mendapat kecaman negatif dari para netizen terkait program yang ditayangkan. Setelah sebelumnya TV One dan Metro TV, kini Indosiar pun menuai kecaman negatif terkait program yang menampilkan Inul Daratista sebagai salah seorang juri di ajang pencarian bakat dangdut D’Academi 4.

Hal itu bermula saat Inul mengunggah fotonya bersama Basuki T Purnama saat hadir dalam acara D’Academi 4 yang disiarkan langsung pada Sabtu (25/3) malam. Ahok yang dihadirkan sebagai salah seorang juri itu duduk di samping Inul.

Dalam foto yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Inul dianggap telah melecehkan ulama sekaligus menyerang pasangan calon DKI Jakarta lainnya. Terang saja hal itu langsung membuat heboh jagat dunia maya.

Kecaman negatif muncul dari banyak netizen. Sayangnya, tak hanya Inul yang mendapat respon buruk dari netizen. Indosiar sebagai televisi yang menyiarkan program yang menampilkan Inul ikut terbawa menuai kecaman dari netizen yang tersinggung dengan kata-kata Inul dalam postingannya di Instagram.

Selain ramai beredar hastag #BoikotInulDaratista, sentimen negatif dan ancaman juga diluncurkan pada Indosiar. Tak sedikit netizen yang mengancam jika Indosiar tidak bertindak tegas memutus kerjasama dengan Inul maka akan banyak netizen yang menghapus channel Indosiar dan ikut memboikotnya.

Media Televisi

Padahal media televisi tersebut tidak terlibat langsung dalam kasus pelecehan ulama seperti yang dituduhkan para netizen terhadap Inul. Inul membuat perkara tersebut tidak saat tampil dalam program D’Academy 4, tapi melalui akun instagram pribadinya.

Dalam hal ini, sebagai netizen yang pintar baiknya bisa lebih bijaksana dalam merespon suatu kasus yang muncul. Tidak langsung menggeneralisasi dan menghakimi dengan ancaman boikot media atau dengan pernyataan-pernyataan provokatif lainnya.

Memberikan kritik tentu sah-sah saja, sebagai kontrol akan media sehingga kita mampu mengoptimalkan peran media dalam menumbuh-kembangkan kecerdasan masyarakat. Tapi langsung menghakimi media dan mengancam akan memboikot padahal pemicunya hanya berasal dari satu orang atau satu program lalu direspon negatif secara cepat dan general tentu bukanlah karakter dari netizen yang cerdas. (IP)