Indonesia Terancam Resesi Ekonomi, Apa yang Perlu Disiapkan Masyarakat Agar Selamat?

Indonesia Terancam Resesi Ekonomi, Apa yang Perlu Disiapkan Masyarakat Agar Selamat?
Ilustrasi: Kondisi perekonomian di Indonesia cenderung memburuk akibat pandemi Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Indonesia diperkirakan akan mengalami resesi ekonomi alias pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal II dan III tahun 2020. Apa saja yang harus disiapkan masyarakat agar bisa melalui kondisi yang berat ini, ya?

Inibaru.id – Pandemi Covid-19 memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah ekonomi. Banyak orang yang mengeluhkan pendapatan yang menurun atau bahan kehilangan pekerjaan. Bahkan, Indonesia konon sedang berada di tepi jurang resesi ekonomi.

Resesi ekonomi saat ini juga dialami Singapura dan Korea Selatan. Kedua negara tersebut sudah mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dalam dua kuartal secara berturut-turut tahun ini. Indonesia pun berpotensi mengalaminya di kuartal II dan III.

Meski begitu, para ekonom memprediksi kontrasi ekonomi nggak akan separah Singapura atau Korea Selatan.

“Singapura dan Korsel lebih bergantung pada perekonomian internasional sehingga mudah mengalami kontraksi ekonomi. Indonesia agak sedikit berbeda karena kita nggak begitu bergantung besar pada perdagangan dunia,” ucap Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal.

Diperkirakan pada triwulan II 2020 ekonomi Indonesia akan berada di kisaran minus 3 persen. Di triwulan III, perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan, tapi tetap di angka negatif, yakni kisaran minus 1,3 persen sampai minus 1,75 persen.

Masyarakat diminta berhemat menjelang resesi ekonomi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)<br>
Masyarakat diminta berhemat menjelang resesi ekonomi. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Mengingat resesi ekonomi akan semakin memperberat kondisi masyarakat, apa yang harus mereka lakukan agar selamat?

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira menyarankan masyarakat untuk mulai berhemat. Selain itu, jika masih ada pemasukan, sisihkan untuk dijadikan dana darurat.

Bhima juga menyebut belum jelas kapan atau bagaimana resesi ekonomi Indonesia akan selesai. Hal ini disebabkan oleh kondisi Covid-19 yang masih belum bisa dikendalikan.

“Sebaiknya kurangi belanja yang nggak sesuai kebutuhan. Fokus ke kebutuhan pangan dan kesehatan saja,” saran Bhima.

Hal yang sama juga diungkap Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah. Dia meminta masyarakat nggak boros apalagi membeli barang-barang yang nggak diperlukan terlebih dahulu. Bisa jadi resesi ekonomi di Indonesia lebih panjang dari yang diperkirakan.

Dia juga meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kondisi tetap fit.

“Utamakan kesehatan. Resesi ini disebabkan oleh wabah. Jadi, solusi mengatasinya juga harus mengakhiri wabah,” sarannya.

Selalu pakai masker dan lakukan pencegahan lainnya agar nggak mudah jatuh sakit, ya Millens. Ingat, biaya penyembuhan saat sakit di masa pandemi ini juga nggak sedikit lo. (Det/IB09/E03)