Indonesia Duduki Peringkat Kedua pada World Interfaith Harmony Week 2018

Melalui kegiatan berjudul "Commitment of Religious Leader on National Unity", Indonesia berhasil mendapat penghargaan World Interfaith Harmony Week 2018. Penghargaan itu diserahkan Raja Yordania pada Selasa (24/4/2018).

Indonesia Duduki Peringkat Kedua pada World Interfaith Harmony Week 2018
Indonesia juara ke-2 World Interfaith Harmony Week (Jordan Royal Court)

Inibaru.id – Dinilai sukses menyelenggarakan Pekan Harmoni Antar-Agama Dunia pada Februari 2018, Indonesia mendapat penghargaan World Interfaith Harmony Week (WIHW) 2018. Dalam hal ini, Indonesia menempati juara kedua melalui kegiatan berjudul "Commitment of Religious Leader on National Unity" yang diselenggarakan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP).

Cnnindonesia.com, Rabu (25/4/2018), menulis, penghargaan tersebut diserahkan Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein di Istana Husseiniyah, Amman, Yordania pada Selasa (24/4/2018) kepada Pendeta Jacklevyn Manuputty yang mewakili Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP), Prof. Dr. Din Syamsuddin.

Baca juga:
Diterjang Angin Puting Beliung, BMKG Yogyakarta Minta Masyarakat Waspada
Lebih dari 300 Juta Kartu Prabayar Lolos Registrasi

WIHW dibentuk berdasarkan Resolusi Majelis Umum PBB No. A/65/PV.34 untuk menyelenggarakan minggu keselarasan antaragama di seluruh dunia. Kegiatan ini diusulkan Raja Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Yordania pada 2010. WIHW diselenggarakan setiap tahun dengan tujuan mempromosikan kerukunan umat tanpa memandang dasar keimanan masing-masing.

Tahun ini, para juri WIHW menerima 88 aplikasi dari 1.232 kegiatan yang terseleksi dan memutuskan tiga pemenang. Juara pertama ditempati oleh Australia melalui kegiatan berjudul "Who and Where Are We in a Changing World?".yang diselenggarakan oleh Interfaith Center of Melbourne. Sementara itu, posisi ketiga diraih Interfaith Glasglow, Inggris dengan kegiatan "Friendship, Dialogue, Cooperation: Exploring Crucial Elements of Interfaith Harmony".

Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania dan Negara Palestina, Andy Rachmianto, yang turut hadir pada upacara pemberian penghargaan tersebut, menyampaikan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dunia atas capaian Indonesia. Andy juga menyampaikan, penghargaan itu merupakan bukti bila peran pemerintah dalam membina kerukunan antarumat beragama di Indonesia sudah menjadi sorotan dunia.

Baca juga:
Menang Besar, Liverpool Belum Tentu Lolos ke Final Liga Champions 2018
Dua Siswa SMP di Bantaeng Resmi Menikah

"Indonesia dan Yordania dapat menjadi model penerapan pluralisme dan toleransi agama bagi banyak negara. Nah, tugas kita saat ini ya mempertahankan kerukunan itu dengan menerapkan perilaku bermasyarakat yang sesuai dengan Pancasila," ujar Andy.

Nggak hanya itu, kerukunan ini juga diharapkan dapat diturunkan kepada generasi muda yang bakal menjadi pemimpin bangsa kelak. Andy juga meminta masyarakat untuk dapat menularkan kerukunan tersebut hingga ke belahan dunia lain. Hal itu karena kerukunan antarumat di seluruh dunia kini sedang diuji dengan berbagai musibah yang mengatasnamakan agama.

Wah, bangga deh. Semoga kerukunan antarumat beragama ini dapat selalu dipertahankan di Indonesia ya, Millens. (IB07/E04)