Sejuta Lebih Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor

Sebanyak 87 juta data pengguna Facebook dicuri Cambridge Analytica. Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak yang datanya dicuri.

Sejuta Lebih Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor
Skandal pencurian data Facebook. (Thehill.com)

Inibaru.id – Skandal pencurian data pengguna Facebook oleh Cambridge Analityca berbuntut panjang. Saat ini, Facebook telah merilis jumlah pasti data pribadi pengguna Facebook yang dicuri firma Cambridge Analytica. Bila sebelumnya, pihak Facebook menaksir ada 50 juta data pengguna yang bocor, kali ini jumlah itu bertambah menjadi 87 juta pengguna.

"Total data yang kemungkinan dicuri Cambridge Analytica sekitar 87 juta orang dan mayoritas penduduk Amerika Serikat," tulis Kepala IT Facebook Mike Schroepfer dalam laporannya di Newsroom Facebook.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1 juta data pengguna Facebook di Indonesia turut dicuri firma yang menjadi konsultan pemenangan Donald Trump itu. Jumlah tersebut membawa Indonesia menjadi negara ketiga terbanyak yang datanya dicuri.

Daftar negara yang alami kebocoran. (eramuslim.com)

Rincian jumlah kebocoran data pengguna Facebook. (Newsfeed Facebook)

Indonesia berada di urutan ketiga setelah Amerika Serikat dengan kebocoran data 70,6 juta pengguna dan Filipina yang mencapai 1,1 juta pengguna Facebook. Negara lain yang turut menjadi korban kebocoran data Facebook antara lain Inggris, Meksiko, Kanada, India, Brasil, Vietnam, dan Australia. Kendati demikian, pihak Facebook mengaku nggak tahu persis data apa saja yang bocor ke Cambridge Analytica.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Facebook bakal membatasi data penggunanya melalui Application Programming Interface (API) yang digunakan aplikasi lain seperti Instagram dan pihak ketiga lainnyaFacebook juga bakal menghapus beberapa fitur yang menjadi kelebihannya untuk meminimalkan kebocoran data. Fitur call history dalam aplikasi Mesengger atau Facebook Lite juga bakal dihapus secara berkala yakni setiap satu tahun.

Pada 9 April 2018 mendatang, Facebook rencananya bakal menyajikan tautan khusus di bagian atas umpan Facebook. Fungsi tautan itu adalah memberi petunjuk bagi pengguna tentang informasi pribadi apa saja yang dapat diakses aplikasi yang digunakan. Bila nggak pengin informasi itu dibagikan, kamu bisa menghapus aplikasi tersebut.

Sebelum ini, data pengguna Facebook diketahui bocor ke firma Cambridge Analytica. Data tersebut diduga dipakai untuk kepentingan politik pada Pilpres Amerika Serikat 2016 lalu.

Hm, semoga kejadian ini nggak terulang lagi ya, Millens. Nah, bagi kamu pengguna Facebook, manfaatkan tautan yang akan diluncurkan itu biar datamu aman. (ANG/IF)