Indonesia Kembali Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Untuk kali keempat, indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Hal ini dipastikan setelah Indonesia dinyatakan unggul dari Maladewa yang juga dinominasikan untuk menjadi anggota Dewan Keamanan PBB.

Indonesia Kembali Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
Perwakilan Indonesia terlihat gembira usai dinyatakan terpilih sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB. (Houstonchronicle.com)

Inibaru.id – Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB setelah mengalahkan Maladewa dengan mendapat 144 suara. Keterpilihan Indonesia sebagai anggota DK PBB pada pertemuan Majelis Umum yang dilaksanakan pada Jumat (8/6/2018) di New York, Amerika Serikat ini bukanlah kali pertama. Sebelum ini, Indonesia juga pernah menjabat pada posisi yang sama pada periode 1973-1974; 1995-1996; dan 2007-2008.

Detik.com, Sabtu (9/6), menulis terpilihnya Indonesia menjadi bagian dari DK PBB secara otomatis membuat Indonesia memiliki beberapa kewenangan. Kewenangan tersebut antara lain menjadi pemimpin dalam menentukan apa saja yang menjadi ancaman bagi perdamaian atau tindakan agresi; menyerukan pihak yang berselisih untuk berdamai; merekomendasikan metode-metode penyelesaian yang sesuai; serta memberi sanksi atau justru memberi izin penggunaan pasukan untuk mempertahankan atau memulihkan perdamaian dan keamanan internasional. Selain itu, DK PBB juga bisa merekomendasikan pada Majelis Umum tentang penerimaan anggota baru PBB, menunjuk Sekretaris Jenderal PBB, serta memilih hakim-hakim di Mahkamah Internasional.

Dengan memenangkan kursi sebagai DK PBB, Indonesia juga memiliki suara yang kuat dalam menyelesaikan konflik-konflik di berbagai negara seperti Suriah, Yaman, Sudan Selatan, ancaman serangan nuklir Korea Utara, hingga grup ekstrem ISIS dan Al-Qaida. Selain memiliki suara untuk menyelesaikan konflik-konflik tersebut, Indonesia juga bertugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan Asia Pasifik.

Menanggapi terpilihnya Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengungkapkan ada empat hal yang menjadi fokus utama Indonesia saat mengisi kursi DK PBB pada 1 Januari 2019 mendatang.

“Pertama, kita akan mendorong kebiasaan berdialog dalam penyelesaian konflik serta meningkatkan peran perempuan dalam menjaga perdamaian dan keamanan global. Kedua, Indonesia akan berupaya meningkatkan sinergi antar organisasi kawasan dengan DK PBB dalam menjaga perdamaian. Ketiga, mendorong terbentuknya pendekatan komprehensif global untuk memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. Keempat, mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan,” tutur Retno.

Sebagai informasi, DK PBB terdiri atas 10 anggota yang terbagi menjadi anggota tetap dan anggota tidak tetap. Anggota tetap terdiri atas lima negara yakni Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Prancis. Sementara itu, anggota tidak tetap juga diisi lima negara yang sudah terpilih dalam Majelis Umum. Selain Indonesia, negara-negara seperti Belgia, Jerman, Afrika Selatan, dan Dominika juga terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB untuk periode 2019-2020.

Selamat! Semoga Indonesia dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam meminimalisasi konflik antarnegara dan menciptakan perdamaian serta keamanan global ya, Millens. (IB15/E04)