Ilmuan Hawaii Klaim Menangkap Detail Permukaan Matahari, Bagaimana Penampakannya?

Ilmuan Hawaii Klaim Menangkap Detail Permukaan Matahari, Bagaimana Penampakannya?
Foto permukaan matahari. (NSO/AURA/NSF)

Ilmuwan dari National Science Foundation berhasil mengabadikan foto permukaan matahari dengan detail yang lebih baik. Seperti apa sih foto tersebut?

Inibaru.id – National Science Foundation berhasil mengabadikan foto permukaan matahari dengan detail yang sangat memukau. Mereka mendapatkan foto bersejarah ini dengan menggunakan Teleskop Surya Daniel K. Inouye (DKIST) di Haleakala, Hawaii.

CNN Indonesia, Jumat (31/1/20) menyebut foto permukaan matahari ini memberikan pandangan baru terkait matahari yang selama ini masih cukup misterius.

Gambar permukaan matahari ini terlihat seperti potongan sel-sel kecil layaknya tanah yang retak di gurun. Padahal, sel-sel tersebut ukurannya sebesar negara bagian Texas, negara bagian dengan luas terbesar kedua setelah Alaska di Amerika Serikat.

Dalam gambar juga terlihat plasma yang mengalir naik dari permukaan matahari ke atmosfernya sebelum kembali masuk ke bagian yang lebih gelap.

“Kami sekarang telah melihat detil terkecil pada objek terbesar di tata surya kita (matahari),” ucap Direktur DKIST, Thomas Rimmele.

Gambar permukaan matahari ini diambil pada Selasa (10/12/19). Sementara itu, pengamatan formal sudah dilakukan sejak Juli 2019. DKIST disebut-sebut bisa mengamati struktur matahari hingga ukuran 30 kilometer atau lima kali lebih detail dibandingkan dengan Richard B. Dunn Solar Telescope yang ada di New Mexico.

Teleskop ini dirancang khusus agar bisa mengukur medan magnet matahari di korona atau wilayah terluar atmosfer matahari. Hal ini diharapkan bisa mengungkap fakta tentang alasan korona memiliki temperatur lebih tinggi dibandingkan dengan di permukaan matahari. Selain itu, para peneliti juga ingin mempelajari lebih lanjut tentang energi magnet matahari.

Sebagai informasi, energi magnet matahari bisa memicu ledakan energi yang berdampak pada terganggunya jaringan kelistrikan dan GPS pada bumi. Bahkan, hal ini bisa saja menyebabkan fenomena seperti aurora.

Teleskop DKIST ditempatkan di puncak Gunung Haleakala dengan ketinggian sekitar 10 ribu kaki di Pulau Maui, Hawaii. Nama teleskop ini diambil dari nama senator Amerika Serikat sekaligus ilmuwan Daniel K. Inouye.

Perkembangan teknolgi dan ilmu pengetahuan memang bisa mengungkap hal-hal baru yang menakjubkan, ya Millens? (IB09/E06)

Baca juga: Saya Ketemu Didi Kempot di Balik Panggung, Dapat Wejangan Apa?