Ibu Nurjanah, Ibu Mia, dan Nama-Nama yang Dibawa Sandi di Panggung Debat Pilpres 2019

Ibu Nurjanah, Ibu Mia, dan Nama-Nama yang Dibawa Sandi di Panggung Debat Pilpres 2019
Sandiaga Uno saat berbicara dalam debat Pilpres 2019. (Kompas/Garry Lotulung)

Sandiaga Uno memang kerap menyedot perhatian penonton debat. Salah satunya adalah dengan menyebut nama-nama warga.

Inibaru.id – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno kembali disorot dalam debat terakhir Capres Cawapres Pilpres 2019 pada Sabtu (13/4/2019). Pada debat yang diadakan di Hotel Sultan Jakarta itu, Sandi kembali menyebut sejumlah nama.

Nama-nama itu tentu asing karena yang disebutkan bukanlah tokoh terkenal baik di politik maupun di dunia hiburan. Menurut Sandi, nama-nama yang disebut itu adalah segelintir orang yang dia temui saat berkampanye di berbagai daerah.

“Saya mungkin memohon maaf kepada Pak Jokowi karena nama-nama Ibu Mia (dan) Ibu Nurjanah adalah tokoh-tokoh yang saya temui di 1.550 kunjungan,” ungkap Sandi setelah disindir calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo terkait banyaknya nama yang disebut Sandi dalam debat.

Penyebutan nama ini bukanlah yang pertama bagi Sandi. Lelaki 49 tahun itu juga melakukan hal serupa pada debat-debat sebelumnya. Berikut adalah sejumlah nama yang dibawa Sandi ke panggung debat.

Debat Terakhir (13 April 2019)

Pada debat yang mengusung tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi serta perdagangan dan industri itu, Sandi membawa tiga nama asing.

Saat penyampaian visi misi masing-masing, Sandi menyebut nama Ibu Nurjanah. Sandi mengatakan, Ibu Nurjanah mengeluh karena dagangannya di pasar kian sepi.

Dia kemudian menyebut Ibu Mia di Tegal yang mengeluhkan tarif listrik yang naik. Ada pula Rahman yang mewakili kaun milenial yang sukses. Konon, Rahman adalah pemuda yang memanfaatkan teknologi dalam industri pertanian.

Debat Cawapres (17 Maret 2019)

Nama Ibu Liswati yang disebut Sandi berasal dari Sragen menarik perhatian penonton debat. Pada acara yang juga diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta itu, Sandi menceritakan Ibu Lis yang harus menghentikan program pengobatan karena nggak diakomodasi BPJS.

Sandi juga menyebut Salsabila dari Pamekasan, Madura yang mengeluhkan terlalu beratnya kurikulum yang ada. Nggak tanggung-tanggung, pasangan Prabowo Subianto itu pun mencontohkan putra bungsunya Sulaiman Saladdin Uno saat menjawab pertanyaan Ma’ruf Amin perihal stunting.

Debat Capres Cawapres Pertama (17 Januari 2019)

Sejak awal, Sandi memang sudah terbiasa menyebutkan nama dalam memberi contoh. Saat itu, Sandi menyebut nama Pak Najib yang ada di Pantai Pasir Putih Cimalayang, Karawang, Jawa Barat.

Dalam debat yang dilangsungkan di Hotel Bidakara, Jakarta itu, Sandi menceritakan kisah Pak Najib yakni nelayan yang dipersekusi karena mengambil pasir putih untuk menanam mangrove di hutan bakau.

“Kita lihat yang besar-besar saja, yang kecil-kecil tidak diperhatikan, yang berdampak orang-orang kecil tidak ditangani dengan baik,” kata Sandi.

Wah, setiap debat pasti ada nama-nama baru, ya, Millens. Eh, namamu disebutkan juga nggak? Ha-ha! (Ida Fitriyah/E04)