Hutan di Gunung Ungaran Terbakar, Api Mencapai Puncak Botak

Hutan di Gunung Ungaran Terbakar, Api Mencapai Puncak Botak
Kebakaran Gunung Ungaran. (Twitter/bpbdjateng)

Sejak Jumat (11/10/2019), hutan di Gunung Ungaran terbakar. Api yang besar bahkan bisa dilihat dari Ambarawa.

Inibaru.id – Sebagian hutan di jalur pendakian Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terbakar. Api kali pertama terlihat di dekat jalur pendakian via Candi Gedongsongo pada Jumat (11/10/2019) pukul 14:57 WIB.

Area hutan yang terbakar cukup jauh dari Puncak Gunung Ungaran, tepatnya di sisi selatan gunung. Namun, api yang membara bisa dilihat dari wilayah Ambarawa, Bandungan, Sumowono, serta Lemah Ireng.

Api mencapai area Puncak Botak di Jalur Pendakian Gunung Ungaran. Di area tersebut, cukup banyak tanaman vegetasi dan ilalang tebal yang berada dalam kondisi kering akibat kemarau panjang. Ditambah dengan angin yang berembus cukup kencang sejak Jumat (11/10) pagi, api dengan mudah membesar.

“Jaluk pendakian nggak ditutup. Pengelola jalur pendakian Pos Mawar sudah mengajukan surat permohonan penutupan jalur ke Perhutani sejak dua bulan lalu, namun belum ada instruksi untuk ditutup,” ucap Ketua Umum Solidaritas Anak Kluihan Peduli Alam (SAKPALA) Bandungan Muhtarom dilansir laman Suaramerdeka, Sabtu (12/10).

Sementara itu, Heru Subroto dari BPBD Kabupaten Semarang menyebut semalam pihaknya, sukarelawan, dan warga hanya memantau dari kejauhan. Lokasi kebakaran yang cukup jauh, medan yang terjal, dan penerangan yang minim membuat mereka kesulitan mencapainya.

“Kami juga masih belum bisa memperdiksi dengan pasti dimana tepatnya lokasi kebakaran,” ucap Heru

Satu hal yang pasti, lokasi kebakaran masih jauh dari pemukiman.

“Area Candi Gedong Songo dan pemukiman warga masih aman. Kami berencana untuk menanganinya pada Sabtu (12/11) pagi,” ucapnya.

Musim hujan diprediksi baru datang pada November. Jadi, selama musim kemarau ini, sebaiknya kamu lebih berhati-hati dan waspada menyalakan api supaya menghindari terjadinya kebakaran hutan atau lahan ya, Millens. (IB09/E04)