Survei: Tidur dan Mood Saling Berkaitan

Survei: Tidur dan <em>Mood</em> Saling Berkaitan
Ilustrasi cemas saat tidur. (Journal.sociolla)

Menurut sebuah penelitian, tidur dan mood (suasana hati) merupakan hal yang sangat berkaitan. Lama waktu tidur juga berpengaruh dengan suasana hati, lo.

Inibaru.id – Kurang tidur umumnya dapat menimbulkan masalah-masalah kesehatan bagi tubuh. Nggak hanya mengganggu kesehatan, kurang tidur juga memiliki efek signifikan yang dapat mengganggu suasana hati alias mood.

Peneliti dari University of Pennsylvania menemukan seseorang yang dibatasi jam tidurnya hanya 4,5 jam semalam selama satu minggu melaporkan merasa lebih stres, marah, sedih, dan mentalnya melemah. Namun, ketika seseorang kembali tidur normal, suasana hatinya kembali membaik.

Begitu pula sebaliknya, suasana hati dan kondisi mental juga dapat mengganggu tidur. Saat merasa cemas atau stres, tubuh menjadi lebih lama terjaga karena merasa waspada. Orang-orang yang berada di bawah tekanan hati yang berubah-ubah atau respons yang berlebihan terhadap stres cenderung memiliki masalah tidur.

"Ada hubungan besar antara masalah kejiwaan dan psikologis dan tidur. Jadi orang yang mengalami depresi atau memiliki kecemasan sering mengalami masalah dengan tidur sebagai bagian dari gangguan itu," kata Dr. Lawrence Epstein, Direktur Medis Sleep Health Center seperti ditulis laman Healthysleep Harvard (15/12/2008).

Bila kondisi tersebut terus dibiarkan, seseorang akan mengalami masalah tidur seperti insomnia kronis. Kondisi itu juga dapat meningkatkan risiko gangguan mood hingga depresi. Dalam satu penelitian besar terhadap 10.000 orang dewasa, orang dengan insomnia lebih besar kemungkinannya mengalami depresi daripada lainnya.

Nah, bagi sobat Millens yang merasa jam tidurnya kurang, segeralah untuk memperbaiki kebiasaan tidur, ya. Selain itu, kamu juga perlu memperhatikan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur yang baik. Kalau dengan cara-cara itu kamu masih punya masalah tidur, sebaiknya langsung saja datang ke dokter untuk mengonsultasikannya.

Ingat, setiap orang perlu tidur yang cukup. (IB07/E04)