Huang Hua, Rival Susy Susanti asal Tiongkok yang Kini Tinggal di Klaten

Huang Hua, Rival Susy Susanti asal Tiongkok yang Kini Tinggal di Klaten
Huang Hua, rival Susy Susanti yang kini jadi WNI dan tinggal di Klaten. (Kompas/Dok Tjandra Budi Darmawan)

Siapa sangka, salah satu rival Susy Susanti, Huang Hua asal Tiongkok, kini jadi WNI dan bahkan tinggal di Klaten. Seperti apa ya cerita uniknya?

Inibaru.id – Mendengar nama Susy Susanti, kita pasti setuju kalau beliau adalah legenda bulu tangkis Indonesia. Bagaimana nggak, dia adalah manusia pertama Indonesia yang meraih emas Olimpiade. Selain itu, sejumlah gelar bergengsi lainnya juga dipersembahkan Susy untuk Tanah Air.

Saking legendarisnya Susy Susanti, gedung olah raga (GOR) di Tasikmalaya, tempat kelahiran Susy, diberi nama GOR Susy Susanti. Beberapa saat lalu, kisahnya juga dijadikan film dengan judul Susy Susanti: Love All.

Nah kita sekarang membahas soal salah satu rival Susy Susanti saat masih aktif bermain. Namanya adalah Huang Hua dari Tiongkok. Pada tahun 1980-an sampai 1990-an, Huang adalah andalan tunggal putri Tiongkok meraih berbagai gelar.

Salah satu laga paling hebat yang dilakukan Huang dengan Susy adalah saat semi final Olimpiade Barcelona 1992. Sayangnya, Susy yang sedang dalam masa keemasannya itu mampu mempecundangi Huang dengan skor telak 11-4 serta 11-1. Susy pun kemudian melenggang ke final. Setelahnya, tercipta sejarah terbesar dalam dunia olah raga Tanah Air.

Huang lahir di Guanxi, 16 November 1969. Dia sempat meraih dua kali Piala Uber bersama tim beregu putri Tiongkok. Gelar kejuaraan dunia, emas Asian Games, serta perunggu Olimpiade menandakan kalau dia bukan pemain kacangan. Namun, saat banyak orang berpikir kariernya bakal panjang, Huang justru memilih undur dari dunia tepok bulu untuk menikah.

Huang Hua saat aktif sebagai pebulu tangkis. (Xinhua)
Huang Hua saat aktif sebagai pebulu tangkis. (Xinhua)

Huang bahkan benar-benar menjauh dari dunia bulu tangkis karena nggak jadi pelatih. Penyebabnya, dia patah hati karena nggak sempat melihat ayahnya meninggal karena harus berlaga di turnamen internasional.

Menariknya, dia menikahi Tjandra Budi, saudara dari pelatihnya saat aktif bermain. Pada 1992, Huang dan Tjandra akhirnya menikah. Mereka pindah ke Indonesia dan tinggal di Klaten, Jawa Tengah.

Yang menarik, usai pindah kewarganegaraan dan jadi WNI, Huang benar-benar menikmati budaya baru di Tanah Air. Dia bahkan sempat jadi salah seorang penampil di sebuah pementasan ketoprak yang digelar di Klaten.

Huang dan Susy ternyata juga pernah beberapa kali bertemu. Maklum, sama-sama pernah jadi rival membuat mereka memiliki banyak pengalaman bersama yang tentu asyik untuk dibicarakan.

“Saya ketemu sering akhir-akhir ini sama Susy. Kalau sekarang dia urus PBSI. Kadang-kadang kita bicarakan badminton hampir semua waktu,” ungkap Huang, April 2018.

Kini dia nggak lagi main bulu tangkis meski untuk main-main saja. Maklum, Huang khawatir cedera lututnya kambuh dan bengkak.

“Dia (Susy) musuh saya paling berat,” kenang rivalitasnya dengan Susy saat muda dulu.

Wah, menarik ya kisah Huang Hua. Meski dulu adalah rival berat Susy Susanti dan mewakili Tiongkok, kini malah bahagia tinggal di Klaten, Millens. (Kum, Ind/IB09/E05)