Hotel-Hotel Terbengkalai di Varosha, Kota Megah Tanpa Penghuni di Siprus

Hotel-Hotel Terbengkalai di Varosha, Kota Megah Tanpa Penghuni di Siprus
Penampakan "kota hantu" Varosha. (Youtube via Tribun)

Dulu, sebagai kota wisata, Varosha di Siprus ini megah dan menarik. Kini, citra itu hilang. Kota itu justru dikenal sebagai kota hantu. Perkaranya, invasi tentara Turki puluhan tahun lalu yang membuat kota ini menjadi medan perang. Ribuan penduduk pun memilih angkat kaki. 

Inibaru.id – Varosha dulu merupakan sebuah kota makmur yang terletak di Famagusta, Siprus. Sebelum menjelma menjadi kota hantu, bagi wisatawan Varosha merupakan destinasi wisata top dunia. Di sini, ada berbagai resor dengan segudang fasilitas mewah.

Nggak heran jika banyak artis top dunia seperti Elizabeth Taylor, Brigitte Bardot, dan Richard Burton menggilai Kota Varosha. Yap, nggak semua wisatawan bisa menikmati kemewahan kota ini. Bisa dibilang hanya jutawan dan pemain film papan atas saja yang “sanggup” masuk.

Sayangnya, semua kemewahan itu lenyap pada 1974-an. Sejak Turki menginvasi Siprus utara, kota ini dipagari dan mulai ditinggalkan. Kejadian ini terjadi setelah kudeta yang terilhami Yunani pada 15 Juli 1974.

Meningkatnya ketegangan dengan Turki membuat orang-orang meninggalkan wilayah itu. Banyak menara dan bangunan kemudian kosong dan lapuk. Kabayang kan ada banyak hotel mewah yang merana? Salah satu dari banyaknya hotel tinggi terkenal di area ini adalah King George Hotel dan The Asterias Hotel. Tanah tempat hotel-hotel ini berdiri hangus.

Keadaan semakin memburuk usai Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 550 pada 11 Mei 1984. Isinya melarang munculnya permukiman kembali di daerah tersebut.

Kota Hantu

Kota ini dipagari begitu Turki melakukan invasi. (RFI.fr)
Kota ini dipagari begitu Turki melakukan invasi. (RFI.fr)

Sebelum ditinggalkan, Varosha dihuni lebih dari 39 ribu penduduk. Mereka semua terpaksa mengungsi dan diminta nggak kembali usai perang. Kini, nggak ada lagi wisatawan yang wira-wiri di kota itu. Jika pun ada orang yang masuk, mereka adalah pengeksplor yang masuk melalui entah dari mana.

Kini, Varosha kerap disebut kota hantu yang paling terkenal di dunia. Sejumlah pihak bahkan sudah memverifikasi keangkerannya. Banyak ahli spiritual dan fotografer dari seluruh dunia mencoba menjajal keberaniannya di sini.

Semenjak invasi, warga nggak pernah diizinkan kembali ke rumah mereka. Di sana, kini hanya ada sejumlah personel militer Turki yang bertugas. Jalan-jalan yang terbentang luas juga menjadi sangat sunyi. Tentu kondisi ini berbanding terbalik dengan keadaannya dulu pada medio 1970-an.

Pada 2019 lalu, Pemerintah Republik Turki Siprus Utara (TRNC) mengatakan bakal membuka kembali Kota Varosha (Maraş) tersebut, Millens.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri negara itu Kudret Ozersay. “Dewan Menteri akan mengevaluasi kondisi untuk tindakan di Varosha, yang secara hukum merupakan zona militer di TRNC,” kata dia.

Tim ahli dari pemerintah katanya bakal mencatat properti bergerak dan tidak bergerak di kota itu. Hm, kira-kira Kota Varosha bakal dihuni kembali nggak ya, Millens? (Hop,Dai/IB21/E07)