Di Torch Relay ASEAN School Games ke-11 Hendi Curhat Dilarang Olahraga dan Pengin <em>Gitik</em> Kadispora
HenPrihadi, Ganjar Pranowo, dan perwakilan Kemenpora saat akan menyalakan obor ASEAN School Games ke-11 pada Rabu (17/7) tadi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Di Torch Relay ASEAN School Games ke-11 Hendi Curhat Dilarang Olahraga dan Pengin Gitik Kadispora

Hendrar Prihadi curhat nggak boleh menggunakan tempat acara (venue) yang disiapkan khusus untuk acara ASEAN School Games ke-11 yang akan dimulai esok hari. Dalam sambutannya, dia juga mengancam Kepala Dispora Kota Semarang. Ada apa?

Inibaru.id - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi curhat bahwa dia nggak boleh bermain badminton oleh pengelola lantaran tempat acara (venue) yang baru saja selesai dicat. “Venuenya tambah bagus, Pak! Kemarin saya mau main badminton sampai dilarang,” kata Hendi dalam sambutannya di acara Torch Relay ASEAN School Games ke-11 di Balaikota Semarang pada Rabu (17/7).

Dalam sambutannya, Hendi menyampaikan kesiapan venue yang akan digunakan untuk bertanding oleh peserta yang berasal dari seluruh ASEN tersebut. “Jangan, Pak. Sudah dicat,“ sambung Hendi menirukan pengelola venue ketika melarangnya berolahraga di sana. Hendi menyebutkan, peremajaan venue ini khusus untuk kegiatan ASEAN School Games ke 11 ini.

Suasana Torch Relay ASEAN School Game di jalan Pemuda. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Acara Torch Relay ini diawali oleh arak-arakan api ASEAN School Game ke-11 yang diambil dari Api Abadi Mrapen Purwodadi. Sekitar pukul 13.15 WIB siang tadi, api tersebut tiba di halaman Balai Kota Semarang. Arak-arakan api tersebut juga disambut oleh Forkompimda (Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah) Kota Semarang.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar Pranowo pun ikut mengarak dengan bersepeda bersama istrinya, Atiqoh Ganjar Pranowo.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga ikut hadir dalam Torch Relay. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Semoga penunjukan ini membawa berkah bagi Kota Semarang,” harap Hendi. Dia juga mengancam Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Semarang agar mengerahkan massa untuk memenuhi setiap venue ASEAN School Game.

“Kalau saya sampai cek di salah satu cabor (cabang olahraga) nggak ada penontonnya, Njenengan tak gitik tenan! (Kalau saya sampai cek di salah satu cabor (cabang olahraga) nggak ada penontonnya, Anda saya jitak betulan!)” canda Hendi. Wah, kamu juga harus berpartisipasi meramaikan setiap pertandingan ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)