Berupaya Jangkau Pelosok Kota Semarang, BRT Trans Semarang Buka Koridor 8 dan Feeder

Berupaya Jangkau Pelosok Kota Semarang, BRT Trans Semarang Buka Koridor 8 dan Feeder
Peresmian Koridor Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang dilaksanakan di Plaza Kandri. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, meluncurkan koridor baru. Hal ini diharapkan bisa menjangkau mobilitas masyarakat yang berada di pelosok-pelosok daerah Kota Semarang.

Inibaru.id - Buat kamu pengguna sejati BRT, ada berita gembira nih. Bus Trans Semarang telah membuka koridor 8 dengan rute Terminal Cangkiran-Gunungpati-Manyaran-Balaikota-Simpang Lima. Peresmian ini digelar di sela-sela acara “Waduk Jatibarang Punya Cerita”, Jumat (7/12) sore, di Waduk Jatibarang, Desa Kandri, Gunungpati, Kota Semarang oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

FYI, koridor 8 ini akan melewati lokasi wisata seperti Waduk Jatibarang, Goa Kreo, Plaza Kandri, dan Museum Ronggowarsito.

Selain itu diluncurkan juga Feeder 1 yang berada di PRPP-Ngaliyan kemudian Feeder 2 yang berada di daerah Bangetayu-Kaligawe. Feeder adalah armada pengumpan BRT Trans Semarang agar bisa menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan bus.

Hendrar Prihadi, Walikota Semarang, meresmikan peluncuran koridor baru BRT sekaligus event pariwisata Kota Semarang tahun 2020. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan kalau penambahan koridor ini untuk menjangkau daerah-daerah yang sekiranya berada di pelosok Kota Semarang.

“Fokus kami memang di situ. Berusaha menyentuh daerah-daerah yang belum terjangkau. Hal itu juga agar mengurangi penggunaan angkutan pribadi,” ujarnya.

Peresmian koridor baru bus BRT ini memang sengaja dilakukan bersamaan dengan peluncuran kalender event Pariwisata Kota Semarang tahun 2020. Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang menuturkan kedua hal ini memiliki kaitan.

“Kota semarang fokus pada sektor pariwisata yang tak lain adalah menyambut wisatawan. Dengan adanya ini, bisa jadi satu tanda kalau salah satu kekuatan pariwisata itu juga ada di bagian transportasi. Kalau semua terhubung dengan transportasi umum maka insyallah potensi alam yang ada di Kota Semarang akan semakin baik” ucap Hendi.

Dengan penambahan koridor ini total Kota Semarang sudah memiliki 153 bus dan 443 shelter. Rencananya Hendi akan terus menambah koridor.

“Koridornya akan masih kami lengkapi, minimal 12. Jadi saya masih utang 2 koridor sampe di Februari 2021. Pokoknya dari ujung sampe ujung harus ada pelayanan transportasi. Jadi selain bisa mengurangi kemacetan, juga agar masyarakat terlayani dengan baik,” tutup Hendi.

Wah, senang ya, Millens, sekarang bus BRT sudah menjangkau daerah-daerah pelosok di Kota Semarang! (Audrian F/E05)