Heboh Polwan Berbahasa Khek di Singkawang, Kini Angkat Bicara

Heboh Polwan Berbahasa Khek di Singkawang, Kini Angkat Bicara
Polwan berbahasa khek saat memberikan pengumuman terhadap warga. (Tribun Pontianak/Riz)

Belakangan viral video yang menunjukkan pengumuman vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Polwan Berbahasa Khek di Singkawang, Kalimantan Barat. Isunya sih kota tersebut sudah dikuasai asing. Padahal, di sana mayoritasnya memang warga Tionghoa.

Inibaru.id – Belakangan ini viral video yang menunjukkan seorang polisi wanita (polwan) berbahasa Khek di Singkawang, Kalimantan Barat, saat mengumumkan sesuatu ke warga. Narasi yang dibuat di video tersebut seakan-akan wilayah tersebut sudah dikuasai asing, termasuk bahasanya. Padahal, Bahasa Khek memang sudah sejak dulu jadi salah satu bahasa keseharian warga sana.

Sang polwan yang memberikan pengumuman itu juga asli Indonesia. Namanya Bripka Mernawati. Dia bertugas di Polres Singkawang. Saat itu, pengumuman yang dia ucapkan adalah dengan Bahasa Khek dan isinya adalah edukasi vaksinasi Covid-19 ke masyarakat.

Sudah Beberapa Kali Melakukannya

Bripka Mernawati mengaku sudah beberapa kali memberikan pengumuman sejenis, juga dengan Bahasa Khek, yang merupakan salah satu bahasa pergaulan etnis Tionghoa yang ada di Indonesia. Intinya sih, pengumuman ini dilakukan agar banyak masyarakat yang mau divaksin Covid-19.

“Saya sebenarnya sudah dari kecil sudah tahu Bahasa Khek, karena memang ibu saya orang Tionghoa dan bapak saya Jawa,” ujar Bripka Mernawati di Mapolres Singkawang, Sabtu (15/1/2022).

Bripka Mernawati, Polwan yang bisa berbahasa Khek di Singkawang. (Antara/Rudi)
Bripka Mernawati, Polwan yang bisa berbahasa Khek di Singkawang. (Antara/Rudi)

Bripka Mernawati jelas mengerti bahasa ini karena setiap hari, ibunya selalu memakai bahasa ini. Dia sengaja menggunakannya saat memberikan pengumuman karena bakal lebih mudah dimengerti oleh para lansia dari keturunan Tionghoa yang komunitasnya memang cukup besar di Singkawang. Beda dengan kalangan muda yang bisa menguasai Bahasa Indonesia dengan baik, para lansia ini terkadang belum tentu paham kalau pengumuman diberikan dengan Bahasa Indonesia.

“Hasilnya para orang tua dari keturunan Tionghoa ini memang antusias mengikuti vaksinasi yang digelar Polres Singkawang,” ujar Bripka Mernawati sembari menunjukkan rasa puas karena usahanya berhasil.

Warga Singkawang Mayoritas Orang Tionghoa

Kasat Binmas Polres Singkawang Iptu Supriyanto menyebut mayoritas warga Singkawang adalah orang Tionghoa. Nah, sebagaimana yang diungkap Bripka Mernawati, mereka memang sengaja memberikan sosialisasi demi membantu para lansia mendapatkan informasi vaksinasi Covid-19 dengan baik.

“Kebetulan ada anggota kita yang bisa berbahasa Khek. Akhirnya kita lakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa itu ke masyarakat Tionghoa” jelas Iptu Supriyanto.

Ide memberikan pengumuman dengan Bahasa Khek ini sebenarnya cukup menarik, ya Millens. Intinya sih biar program vaksinasi Covid-19 sukses. Jadi, jangan mudah percaya dengan narasi aneh-aneh pemecah belah seperti itu, ya? (Sua,Kom/IB09/E05)