Hoaks Isu Permen Susu Narkoba di Banyumas

Beredar berita di jejaring sosial, ada permen susu yang menyebabkan anak yang memakannya bakal teler dan nggak mau makan selama beberapa hari. Hoaks atau fakta?

Hoaks Isu Permen Susu Narkoba di Banyumas
Permen susu yang disebut-sebut mengandung narkoba di Banyumas. (Kumparan.com)

Inibaru.id – Warga Banyumas, Jawa Tengah, dibuat resah oleh kabar beredarnya permen susu yang mengandung narkoba jenis benzodiazepine. Berita ini viral di jejaring sosial. Anak yang mengonsumsinya bisa teler. Mereka bahkan nggak mau makan selama tiga hari berturut-turut. Benarkah?

Menanggapi isu ini, BNN dan BPOM segera mengecek. Seperti ditulis Kumparan.com, Selasa (19/12/2017), Humas BNN Sulistiandriatmo memastikan berita ini adalah hoaks. Setali tiga uang, BPOM juga mengonfirmasi bahwa kabar ini nggak benar.

Baca juga:
Saking Buruknya, Puskesmas Ini Dianggap Kandang Kambing
Beroperasi Perdana, Sebuah Kereta Penumpang Tergelincir ke Jalan Raya

"Kabar permen susu bernarkoba ini nggak benar. Hasil ujinya negatif semua,” ujar Suratmono, Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM.

Kepastian ini juga diperkuat pernyataan anggota DPR RI Dede Yusuf. Politikus Partai Demokrat dari Komisi IX yang menangani bidang tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan ini murni hoaks.

“Anak yang makan permen itu ada empat, jumlah permen yang dimakan sembilan, sisa satu permen. Anak tersebut sebelum diperiksa urinenya ternyata sudah dirawat karena sakit flu. Sudah mendapat obat flu dan penurun panas. Itu info yang saya dapat dari Kepala BPOM,” terang Dede.

Baca juga:
Google Nyatakan Yerusalem Ibukota Israel
Kumpulan Video Paling "Gila" Selama 2017

Permen susu ini juga sudah terdaftar di BPOM dengan nama "Pindy Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Stroberi". Nomor izin edarnya MD 224510008005. Permen produksi PT Inasentra Unisatya (Bogor) ini sudah melalui berbagai evaluasi, mulai keamanan, mutu, gizi, hingga proses produksi.

BPOM meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Ya, betul itu! Jangan mudah terprovokasi ya, Millens, apalagi menyebarluaskan berita hoaks. Kasihan kan yang kena fitnah! (AW/GIL)