Selalu Pengin Makan Kalau Lagi Stres? Jangan-Jangan Kamu Kena Emotional Eating

Selalu Pengin Makan Kalau Lagi Stres? Jangan-Jangan Kamu Kena <em> Emotional Eating </em>
Ilustrasi Emotional Eating. (Mayoclinic)

Beberapa orang kerap melampiaskan stres dengan makan yang banyak. Kalau kamu juga begitu, bisa saja kamu terkena emotional eating .

Inibaru.id – Setiap orang punya cara tersendiri untuk menghilangkan stres. Beberapa orang melampiaskannya dengan mencari kegiatan bermanfaat, sebagian yang lain ada yang mengatasinya dengan makan yang banyak. Hm, emang berpengaruh?

Beberapa penelitian psikologi menunjukkan banyak orang yang akan melampiaskan kemarahan atau mencari kenyamanan dari makanan.  Makanan terbaik yang biasa dimakan untuk menghilangkan stres biasanya berupa makanan manis seperti cokelat, es krim, atau makanan favorit lainnya. Kalau cara ini sering dilakukan maka bakal menjadi sebuah kebiasaan yang biasa disebut emotional eating.

Emotional eating bisa berasal dari dua aspek. Pertama dari sisi fisik yakni ketika seseorang mengalami stres biasanya ada perubahan kimiawi di otak seperti kadar dopamin dan serotonin. Dua hal itu memiliki peranan besar dalam mengatur mood. Nah, saat stres, kadar keduanya turun, sehingga mood nggak baik.

Aspek kedua berasal dari sisi psikologis. Setiap manusia memiliki survival insting yakni kecenderungan mencari kenyamanan saat ada sesuatu yang membuatnya nggak nyaman. Dalam hal ini, orang-orang yang termasuk emotional eating akan mencari kenyamanan dari makanan.

Kalau emotional eating itu nggak terkendali, kadar asupan dalam tubuh bakal terganggu, Millens. Saat emotional eating, di dalam tubuh akan terjadi peningkatan asupan gula, garam, dan lemak yang dapat memicu datangnya penyakit.

Jadi, jangan anggap emotional eating bisa meringankan stres. Namun, sikap ini malah semakin bikin kamu stres ke depannya karena bisa membuat bobot tubuhmu naik. Waduh!

Nah, berangkat dari dari itu, seorang psikolog klinis dari LightHOUSE Tara de Thouars, BA, Mpsi mengimbau mereka yang ingin hidup sehat untuk nggak memberi makan emosi (emotional eating). Ini nggak cuma berdampak pada tubuh melar di masa depan, tapi juga berdampak pada masalah kesehatan lain seperti diabetes atau penyakit tinggi kolestrol.

Bila kamu merasa stres, coba deh atasi dengan hal lain seperti menceritakan masalah kepada orang yang kamu percaya. Kamu juga bisa melakukan refreshing ringan di luar ruangan untuk mendapatkan udara segar agar kamu rileks kembali.

Kamu pernah merasakan kondisi seperti ini, Millens? (IB07/E04)