Hati-Hati, Ini Risiko Hamil di Usia Remaja

Hati-Hati, Ini Risiko Hamil di Usia Remaja
Ilustrasi kehamilan di usia remaja. (Shutterstock)

Kehamilan di usia remaja rupanya memiliki risiko kesehatan yang dapat membahayakan ibu dan anak. Berikut beberapa risikonya.

Inibaru.id – Kehamilan di usia remaja merupakan kehamilan yang terjadi pada usia 15-21 tahun. Menurut WHO, saat ini kehamilan usia remaja baik yang diinginkan maupun tidak mencapai angka 16 juta per tahun. Angka ini merupakan 11% dari kelahiran total di seluruh dunia.

Namun tahukah kamu, kehamilan di usia remaja punya risiko tinggi  bagi ibu dan anak. Sebelum memutuskan, yuk cek beberapa risiko hamil di usia remaja berikut ini!

Keguguran

Keguguran. (Suara.com)
Hamil di usia yang belum matang, lebih berisiko menimbulkan keguguran. Hal ini disebabkan oleh organ-organ reproduksi perempuan yang belum matang. Usia remaja adalah usia manusia yang sedang berkembang menuju kedewasaan baik mental maupun fisik. Sehingga kehamilan di usia remaja dapat mengganggu perkembangan dan dapat mempengaruhi kondisi kehamilan.

Bayi Prematur dan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

Bayi prematur. (Hamil)

Kelahiran prematur banyak terjadi karena bayi nggak mendapatkan asupan gizi yang cukup selama di dalam kandungan. Hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu. Selain itu, perempuan di usia remaja juga sedang dalam masa pertumbuhan. Bila gizi si ibu selama hamil nggak tercukupi, hal tersebut akan berdampak pada si bayi.

Pendarahan

Pendarahan. (Kumparan)

Pendarahan dapat menjadi hal yang serius bila telat ditangani. Pendarahan dapat terjadi pada perempuan yang hamil di usia remaja karena rahimnya yang masih terlalu kecil. Akibatnya, rahim akan terganggu dan mengalami pendarahan ketika persalinan. Pendarahan yang tertinggal di rahim juga dapat memicu infeksi.

Anemia

Anemia. (Okezone)

Anemia juga menjadi risiko bila hamil di usia remaja yang disebabkan karena ibu kekurangan zat besi. Anemia saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan kesulitan saat melahirkan. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia, ibu dianjurkan untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah setidaknya 90 tablet selama kehamilan.

Depresi Postpartum

Baby blues. (IHealth)

Depresi postpartum atau biasa dikenal dengan baby blues merupakan depresi yang terjadi setelah bayi lahir dan dapat terjadi kapan saja di tahun pertama setelah kelahiran. Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics menemukan bahwa wanita yang hamil di usia 15-19 tahun dua kali lebih berisiko mengalami depresi postpartum dibandingan wanita yang hamil di usia 25 tahun ke atas.

Studi lainnya juga melaporkan bahwa menjadi ibu di usia remaja juga akan meningkatkan stres sehingga berpotensi menjadi gangguan mental. Selain gangguan mental, menjadi seorang ibu saat remaja juga meningkatkan risiko bunuh diri.

Itu lah beberapa risiko yang dapat terjadi pada kehamilan di usia remaja. Pastikan usiamu cukup ketika merencanakan kehamilan ya, Millens! (IB07/E06)