Hasil Alaqoh Ulama Jateng, Salat Jumat di Zona Hijau Diizinkan

Hasil Alaqoh Ulama Jateng, Salat Jumat di Zona Hijau Diizinkan
Beribadah di masjid kembali diperbolehkan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Setelah sekian lama, akhirnya masjid di Jawa Tengah bakal dibuka kembali untuk melaksanakan salat berjemaah dan salat Jumat. Tapi nggak di semua daerah ya. Hanya masjid yang berada di zona hijau yang diizinkan.

Inibaru.id - Kepastian tentang aturan beribadah bagi agama Islam akhirnya muncul. Hal itu didapati setelah ulama se-Jawa Tengah menggelar halaqoh tentang tatanan beribadah pada era new normal.

"Kami memutuskan akan memberikan kelonggaran untuk beribadah di masjid khusus untuk daerah zona hijau. Namun pelaksanaannya tetap harus menggunakan protokol kesehatan yang ketat," kata Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Daroji.

Masyarakat memang untuk saat ini sudah rindu beribadah di masjid, seperti melakukan salat Jumat atau salat berjemaah. Namun melihat kurva penularan Covid-19 yang belum juga menurun, membuat izin untuk menggelar ibadah nggak dilakukan secara menyeluruh.

Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat alaqoh. (Humas Pemprov)<br>
Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat alaqoh. (Humas Pemprov)

MUI rencananya akan segera menggelar sidang terkait hasil alaqoh. Nantinya akan ada kelonggaran beribadah di daerah zona hijau namun tetap menggunakan protokol kesehatan ketat.

"Untuk daerah kuning dan merah, nanti dulu karena itu bahaya," terangnya.

Fatwa yang bakal disampaikan ini akan mengubah fatwa awal dari MUI Jateng. Sebelumnya MUI meminta seluruh masyarakat Jateng beribadah di rumah. Tapi kali ini akan ada beberapa daerah yang diperbolehkan menggelar kegiatan ibadah di masjid.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir daalam rapat tersebut ikut memberi usul agar pelaksanaan salat Jumat dibikin secara shift. Usul ini didukung oleh KH Ahmad Daroji bersama para ulama lain. Sayangnya, terkendala fatwa MUI pusat yang melarang pelaksanaan salat Jumat secara shift.

"Aturan fatwa MUI daerah tidak boleh bertentangan dengan pusat. Untuk itu, kami akan usulkan ke pusat agar ada pembahasan soal ini," tegasnya.

Hanya daerah zona hijau saja yang boleh menyelenggarakan ibadah salat berjemaah. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Hanya daerah zona hijau saja yang boleh menyelenggarakan ibadah salat berjemaah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Sistem shift tersebut diusulkan karena Masjid Baiturahman Semarang melakukannya. Setiap salah Jumat, jemaah selalu berjubel. Kalau nggak dijadikan shift hal ini bisa membahayakan. Daroji berharap, MUI pusat merestui usulan ini.

Ganjar Pranowo berharap halaqoh ini akan menghasilkan keputusan tata cara beribadah sebagai pedoman bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan baru.

"Saya minta para ulama merumuskan ini, agar nantinya dapat menjadi formula yang baik sehingga Jateng benar-benar siap," imbuhnya.

 Menurutnya, semua harus dipersiapkan dengan matang agar nggak terjadi hal yang nggak diinginkan. Karena itu, dia nggak serta-merta mengizinkan semua daerah membuka masjid. Hanya masjid yang berada di zona hijau yang diperbolehkan menggelar salat berjemaah.

“Meski Menteri Agama sudah memperbolehkan, tapi nggak terus tumplek blek, kalau Kota Semarang yang sekarang masih naik terus kurvanya, ya jangan dulu. Bahaya nanti," pungkasnya.

Menurutmu, salat berjemaah di masjid sudah aman belum, Millens? (IB28/E05)