Pecatur Cilik Indonesia Juarai FIDE World Championship 2018 U-10

Pecatur Cilik Indonesia Juarai FIDE World Championship 2018 U-10
Samantha Edithso. (Suarakarya.id)

Indonesia kembali mendulang prestasi di tingkat Internasional. Kali ini pecatur cilik Samantha Edithso menjuarai FIDE World Championship 2018 U-10 di Belarus.

Inibaru.id – Melalui Samantha Edithsho, Indonesia berhasil menorehkan prestasi  sebagai juara dunia catur dalam FIDE World Championship 2018 U-10. Samantha nggak terkalahkan dalam sembilan babak dan berhasil mendapatkan nilai akhir 8,5 poin pada turnamen yang digelar di Minsk, Belarus pada akhir Juni lalu itu.

Selama dua hari, Samantha menunjukkan kemampuannya bermain catur. Gadis itu melewati babak pertama dan kedua dengan mudah. Dia sempat tersendat di babak ketiga saat melawan pecatur asal Uzbekistan Afruza Khamdamova. Khamdamova yang merupakan juara FIDE World School Chess Championship 2017 ini berhasil menahan imbang Samantha pada babak tersebut seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (16/7/2018).

Kendati sempat tersendat, Samantha kemudian kembali membabat rivalnya. Babak lima menjadi babak terberat berikutnya saat dia melawan pecatur Rusia Nomina Darmaeva. Pertandingan semakin menegangkan ketika Stockfish, mesin analisis catur, terus menyebut Hitam (catur Nomina Darmaeva) menang. Setelah kehilangan satu bidak, Samantha berhasil membalikkan keadaan dengan unggul satu Benteng dan mematikan Raja lawannya.

Hingga hari kedua turnamen, pecatur asal Bandung ini telah mengalahkan Marchenko Lelyzaveta (Ukraina), Anna Shukhman (Rusia), Varvara Ponomareva (Rusia), dan Beatrice Paknyte (Lithuania). Pada babak terakhir, Samantha mengukuhkan gelar juara dunia usai menumbangkan pecatur Rusia Varvara Filippova. Dalam babak tersebut, Samantha unggul dua bidak atas Filippova.

Kemenangan ini juga menempatkan Samantha pada peringkat pertama level Asia dan peringkat kelima dunia pecatur U-10.

Bercita-cita Jadi Grand Master Termuda

Juara dunia FIDE World Championship 2018 U-10 bukanlah satu-satunya prestasi yang diraih siswa SD BPK Penabur International School Bandung tersebut. Sebelum menjuarai FIDE World Championship 2018 U-10, Samantha mengukir prestasi dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Catur Pelajar Asia 13 di Kota Panjin, Tiongkok pada Agustus 2017. Dalam kejuaraan itu, Samantha berhasil menyisihkan 400 pecatur dari 23 negara.

Kesukaannya pada catur tumbuh saat dirinya duduk di kelas satu sekolah dasar. Melalui ekstrakurikuler di sekolahnya, Samantha mengasah bakatnya dengan terus bertanding catur. Dalam pertandingan-pertandingan itu, dia sering menang. Dia juga mengaku biasa saja saat bertanding dengan lawan yang di atas kelompok umurnya.

“Sekarang saya ingin mengejar cita-cita saya jadi grand master termuda di dunia,” tutur putri pasangan Larry Edith dan So Siau Sian ini.

Melihat performanya, bukan nggak mungkin Samantha akan sukses memecahkan rekor yang dipegang pecatur Rusia Sergey Kerjakin. Sergey tercatat menjadi Grand Master Termuda di Dunia pada usia 12 tahun 7 bulan, sedangkan Samantha kini baru berusia 10 tahun.

Semangat mengejar cita-cita Samantha. (IB15/E04)