Harmonisasi 6.000 Pemusik Angklung di Bandung

Apa jadinya jika 6.000 pemain angklung bermusik bersama dalam satu gedung?

Harmonisasi 6.000 Pemusik Angklung di Bandung
Saung Angklung Udjo turut meramaikan Hari Angklung Sedunia yang diselenggarakan di Bandung, Minggu (19/11). (Wikipedia)

Inibaru.id – Tak kurang dari 6.000 pemain angklung turut meramaikan Hari Angklung Sedunia bertajuk "Angklung’s Day 2017". Dalam acara yang digelar di Gedung Sate, Bandung itu, lebih dari 150 sekolah di Jabar, mulai TK hingga SMA akan turut memainkan alat musik khas masyarakat Sunda itu.

Dilansir dari JPNN, Minggu (19/11/2017), sejak badan budaya PBB UNESCO menetapkan angklung sebagai warisan budaya asli dari Indonesia, proses regenerasi pemakaian angklung sebagai alat musik tradisional terus dipertahankan.

Turut hadir dalam ajang musik angklung akbar tersebut di antaranya Saung Angklung Udjo dan Keluarga Besar Bumi Siliwangi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Baca juga:
Panji, Cerita Lokal yang Dikenal Dunia
Penyembelihan Pengantin Bekakak dalam Pawai Saparan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, tema besar dalam pesta angklumg tahun ini adalah “Karya Nyata Pemersatu Bangsa”. Ia berharap masyarakat mau membantu melestarikan alat musik tradisional khas Jawa Barat ini

"Angklung's Day 2017 digelar untuk memperingati Hari Angklung Dunia dari UNESCO pada 16 November 2010 sebagai salah satu warisan budaya dunia bukan benda. Ini menjadi acara ketujuh kali dan akan diselenggarakan Kabumi UPI semenjak tahun 2010," ujar Kenny.

Dengan mengajak para siswa sebagai peserta, Kenny berharap anak-anak muda dapat mengenal budaya bangsa. Setelah mengenal, lanjutnya, anak-anak muda itu ia harapkan dapat melestarikan budaya ini sehingga tak hilang digerus zaman.

Baca juga:
Tiga Adat Klasik Jawa dalam Pernikahan Kahiyang
Inilah Grand Master Baru Kita: Dewi Ardhiani Anastasia Citra

“Dulu, angklung memegang bagian penting dari aktivitas upacara tertentu, khususnya pada musim panen," urainya

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengaku memberikan apresiasi tertinggi atas perhelatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata masyarakat Jawa Barat dalam upaya memelihara dan mengembangkan seni angklung

"Angklung ini sudah menjadi budaya dan milik dunia. Masyarakat Jawa Barat mesti menjadi bagian paling depan untuk menjaga alat musik tersebut," kata Arief, sekaligus mengungkapkan bahwa perhelatan ini juga bakal menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk datang berkunjung.

”Kami berharap kemolekan irama dan harmoni dari 6.000 manusia angklung Wonderful Indonesia dapat menggelitik rasa ingin tahu wisman untuk datang ke Indonesia," ujar Arief. (OS/SA)