Harimau Jawa yang Telah Punah Kembali Terlihat, Ganjar: Selidiki, lalu Konservasi!

Harimau Jawa yang Telah Punah Kembali Terlihat, Ganjar: Selidiki, lalu Konservasi!
Seekor harimau Jawa di Kebun Binatang London, sebelum 1942. (Wikimedia/FW Bond)

Telah dinyatakan punah puluhan tahun silam, peneliti Peduli Karnivor Jawa (PKJ) mengatakan harimau Jawa kembali terlihat di sejumlah titik di hutan Jawa Tengah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun menginstruksikan untuk segera menyelidikinya, lalu melakukan konservasi yang dibutuhkan.

Inibaru.id - Harimau Jawa dikabarkan kembali terlihat di salah satu tempat di hutan Jawa Tengah. Kendati nggak disebutkan posisi pastinya, keberadaan harimau yang sejatinya sudah punah puluhan tahun lalu itu dibuktikan dengan foto-foto yang diperlihatkan peneliti dari Peduli Karnivor Jawa (PKJ).

Dalam sebuah diskusi belum lama ini, pihak PKJ juga menyampaikan kabar tersebut kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Menanggapi hal ini, Ganjar pun menginstruksikan konservasi terhadap mamalia bernama latin Panthera tigris sondaica tersebut, kalau memang benar masih ada.

Upaya konservsi diperlukan agar macan Jawa ini dapat dilindungi keberadaannya dan dapat kembali dikembangbiakkan. Namun, sebelumnya, Ganjar pengin memastikan isu ini benar dan terbukti.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

“Iya, muncul laporan macan Jawa di beberapa tempat, lalu dipotret," tutur Ganjar, "Kalau benar, diteliti apa problemnya, ada nggak macannya. Kalau ada, daerah itu layak dikonservasi ketat.”

Menurut Ganjar, bila proses konservasi nggak cepat dilakukan, bisa terjadi kemungkinan terburuk seperti membahayakan mata rantai makanan di hutan dan menyusahkan semua pihak.

"Harimau turun dari gunung, lalu membuat geger masyarakat. Harimau dibunuh, populasi harimau langka tersebut (bisa) kembali punah," kata dia.

Telah Lama Punah

Harimau Jawa. (Mongabay/Tropen Museum)
Harimau Jawa. (Mongabay/Tropen Museum)

Sebelum penemuan ini, harimau Jawa sejatinya sudah dinyatakan punah sekitar 1970-an oleh The Union for Conservation of Nature (IUCN). Dalam situs resminya, organisasi internasional terkait konservasi alam yang bermarkas di Gland, Swiss itu mengatakan, harimau jawa musnah karena diburu.

Selain itu, harimau yang kali terakhir terlihat di Taman Nasional Meru Betiri, Jatim, tersebut juga tergusur habitatnya, serta kehilangan mangsa utama mereka seperti babi hutan, rusa Jawa, banteng, reptil besar, serta burung air.

Pernyataan tentang kepunahan harimau Jawa oleh IUCN itu kemudian dikuatkan World Wide Fund for Nature (WWF) pada 1996 dengan mengatakan kepunahan raja hutan tersebut.

Harimau Jawa yang diambil pada 1938 di Ujung Kulon dan dipublikasikan dalam buku <i>Udjung Kulon: The Land of the Last Javan Rhinoceros</i> karya Andries Hoogerwerf. (Wikimedia)
Harimau Jawa yang diambil pada 1938 di Ujung Kulon dan dipublikasikan dalam buku Udjung Kulon: The Land of the Last Javan Rhinoceros karya Andries Hoogerwerf. (Wikimedia)

Kemunculan harimau Jawa yang telah musnah puluhan tahun silam sejatinya menjadi kabar baik bagi kita semua. Namun, di sisi lain, keberadaannya juga mengancam masyarakat sekitar habitat harimau tersebut. Pertanyaannya, siapa yang mengganggu siapa? Ha-ha. (MG32/E03)