Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berolahraga Usai Buka Puasa

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berolahraga Usai Buka Puasa
Bulan Ramadan nggak menjadi penghalang untuk berolahraga. (Freepik via Jabarekspres)

Biasanya, orang-orang bakal memilih berolahraga usai berbuka puasa. Menurut ahli, waktu ini memang yang terbaik. Tapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Inibaru.id – Menjalankan ibadah puasa memang nggak seharusnya dijadikan alasan untuk absen berolahraga. Yang perlu kamu lakukan adalah menyiasati waktunya. Salah satu waktu yang bisa kamu manfaatkan untuk berolahraga adalah selepas berbuka puasa.

Namun tetap saja ada sejumlah hal yang harus diperhatikan agar tubuh mendapatkan manfaat ya. Begitulah saran dr. Elsye, Sp.KO dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO).

"Waktu yang disarankan 1-2 jam setelah berbuka puasa," terangnya.

Elsye mengatakan, bila kamu hanya menyantap makanan dalam porsi kecil dan ringan usai berbuka maka sebaiknya beri jeda satu jam untuk berolahraga. Tapi kalau porsi makananmu cenderung banyak, jeda yang diberikan sebelum melakukan latihan fisik adalah dua jam.

"Saya lebih suka olahraga setelah berbuka puasa. Karena saya suka lari, dan lari itu kan intensitasnya biasanya sedang hingga tinggi, tanpa cadangan energi jadinya enggak maksimal performa saja," tutur dia.

O ya, buat kamu yang masih memiliki cadangan energi, sah-sah saja kok berolahraga sebelum berbuka puasa. Namun, sebaiknya lakukan 30 menit atau satu jam sebelum berbuka puasa.

"Latihan fisik intensitas ringan saja karena kita belum makan, belum memberikan energi pada tubuh. Supaya setelah selesai berolahraga, kita bisa segera memberikan asupan energi ke dalam tubuh," kata dia.

Waktu Lain untuk Berolahraga

Berolahraga usai sahur juga boleh lo. (Freepik via Pikiran Rakyat)
Berolahraga usai sahur juga boleh lo. (Freepik via Pikiran Rakyat)

O ya, kamu juga bisa lo berolahraga satu jam setelah makan sahur. Latihan yang bisa kamu lakukan berintensitas ringan karena tubuh masih harus beraktivitas sepanjang hari.

Ada teknik sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengukur intensitas latihan yaitu tes bicara. Kalau kamu masih bisa mengobrol dan bernyanyi, itu artinya latihan yang kamu lakukan ringan. Beda lagi kalau kamu cuma bisa mengobrol santai tapi nggak sanggup bernyanyi. Latihan itu tergolong sedang.

"Tetapi kalau sudah tidak bisa bernyanyi, ngomong sudah sepatah dua patah napas mulai terengah-engah berarti sudah masuk intensitas tinggi, jadi sebaiknya diturunkan," saran Elsye.

dr Elsye juga menyarankan latihan fisik selama Ramadan sebaiknya dilakukan secara teratur, minimal 30 menit setiap sesi dengan frekuensi minimal 3 kali seminggu. Kamu juga boleh meningkatkan intensitas ini menjadi 5 kali seminggu dengan level ringan hingga sedang.

Pentingnya Gaya Hidup Aktif

Selain latihan fisik, kamu juga disarankan menerapkan gaya hidup aktif dengan melakukan minimal 10.000 langkah setiap hari.

"Bulan Ramadan berpuasa itu tidak ada alasan untuk kita malas bergerak. Bisa dilakukan minimal 10 menit setiap dua jam. Buat yang bekerja kantoran, jalan di tempat pun juga boleh, atau lakukan peregangan ringan di samping kursi atau meja," tutur Elsye.

Mengatur Pola Makan Sehat plus Seimbang

Jangan mentang-mentang habis berpuasa lalu pas buka semua dimakan ya? Kebiasaan ini sangat berbahaya. Berat badan kamu bisa naik dan kesehatan bakal terganggu. Jadi, mengatur pola makan sehat dan seimbang adalah keharusan.

Olahraga secara rutin ini nggak cuma bermanfaat luar biasa bagi kesehatan. Hal ini juga bisa mengeluarkan hormon yang memberi rasa senang atau endorfin sehingga suasa hati bisa membaik.

Gimana, siap untuk lebih sehat dengan berolahraga selama Ramadan yang tinggal beberapa hari, Millens? (Mer/IB21/E07)