Hal-Hal Ini Perlu Diketahui Orang Awam tentang Anak Autisme

Hal-Hal Ini Perlu Diketahui Orang Awam tentang Anak Autisme
Ketua panitia Pameran Lukisan Anak Hebat Dyah Rara Sari memberikan sambutan. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Anak dengan autistik sejatinya sama dengan anak lain, hanya saja ada perlakuan-perlakuan khusus yang perlu diketahui orang awam. Kunci utamanya, komunikasi yang lancar antara orang tua dan orang lain.

Inibaru.id – Di mana pun dan apa pun situasinya, komunikasi sangat penting. Komunikasi yang baik akan menghindarkan kesalahpahaman antara satu orang dengan orang lain. Begitu pula dengan komunikasi antara orang tua anak autisme dan orang awam.

Nggak semua anak autisme bisa dilihat dari fisiknya. Ada pula anak yang terlihat biasa saja secara fisik tapi mengidap autisme ringan. Inilah yang perlu disadari masyarakat secara luas.

Terkadang, anak dengan autisme memiliki tingkah yang perlu ditangani secara khusus. Ada yang sukanya menangis setiap diputarkan lagu anak-anak, ada yang suka mencari-cari barang tertentu sampai mengacak-acak rumah orang, ada yang tiba-tiba mengigit temannya yang nggak sepaham dengannya.

Hal-hal itu bila nggak dikomunikasikan dengan baik akan dianggap sebagai sesuatu yang aneh bagi sebagian orang awam. Nah, di sinilah peran orang tua anak dengan autisme untuk memberi tahu orang awam supaya mereka mafhum dengan kondisi si anak.

Pengunjung mengamati lukisan karya anak-anak autisme dalam Pameran Lukisan Anak Hebat, Selasa(2/4/2019). (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Salah seorang ibu yang anaknya terkena gejala autisme Dyah Rara Sari menceritakan pengalamannya dalam berkomunikasi.

“Anak saya speech delay ya. Dulu kalau ketemu orang selalu ditanya namanya siapa. Sekarang dia sudah bisa mejawab tapi kalau dulu belum, jadi saya ngomong sama orangnya kalau anak saya itu speech delay. Kita sebagai orang tua harus lebih informatif sama orang lain,” ujar Sari di sela-sela Pameran Lukisan Anak Hebat yang digagasnya, Selasa (2/4/2019) di Gedung Monod Diephuis&co.

Menurut Sari, banyak orang yang kemudian maklum dengan kondisi sang anak setelah dia memberikan penjelasan. Mereka jadi lebih bisa mengerti keadaan si anak.

Selain memperkuat komunikasi, orang tua dengan anak autisme juga harus tahu cara menenangkan diri sang anak. Setiap anak butuh perlakuan tersendiri, jadi orang tua mesti tahu apa yang harus dilakukan saat anaknya mulai tantrum (marah hingga mengamuk).

Salah satu anak autisme yang mampu mengembangkan bakatnya dalam melukis. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

“Kalau tantrum itu biasanya dipeluk sampai nangisnya mereda. Kalau dia tantrum minta permen itu sih saya nggak akan kasih permen karena itu cuma keinginan sementara,” imbuh Sari.

Cara menenangkan sang anak ini juga perlu dikomunikasikan dengan guru atau pengasuh supaya mereka bisa mengatasi polah anak saat sedang tantrum manakala sang ibu nggak ada di tempat.

Eits, tapi bukan berarti anak dengan autis nggak bisa bergaul dengan anak biasa, lo. Mereka tetap bisa bergaul, kok. So, jangan dijauhi ya. Mereka juga butuh dukungan dan perhatian, Millens. (Ida Fitriyah/E05)