Hagia Sophia Jadi Klaster Corona, Bukti Tempat Ibadah Rawan Jadi Tempat Penularan

Hagia Sophia Jadi Klaster Corona, Bukti Tempat Ibadah Rawan Jadi Tempat Penularan
Jemaah memadati Masjid Hagia Sophia untuk beribadah. (Twitter/Istanbulism)

Sebanyak 350 ribu orang telah mengunjungi Hagia Sophia sejak statusnya diubah menjadi masjid. Sayangnya, banyak orang nggak memakai masker dan tetap berkerumun. Setidaknya, 500 orang pun sudah dipastikan terinfeksi virus corona setelah mengunjungi lokasi ini.

Inibaru.id – Semenjak kembali dijadikan sebagai tempat ibadah umat muslim pada Juli 2020, Hagia Sophia selalu ramai, khususnya di waktu ibadah. Masalahnya, kini Hagia Sophia justru menjadi Klaster baru Covid-19 di Turki. Hal ini semakin membuktikan tempat ibadah agama apa pun, memang rentan menjadi tempat penularan virus corona.

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Arab News, setidaknya 500 orang, termasuk di antaranya adalah anggota parlemen hingga jurnalis yang meliput berita di lokasi ini terinfeksi Covid-19. Kebanyakan dari mereka terpapar usai melakukan salat berjemaah. Padahal, sudah ada setidaknya 350 ribu orang yang mengunjungi Hagia Sophia sejak statusnya diubah menjadi masjid.

Pihak pengelola masjid Hagia Sophia padahal nggak pernah lelah selalu mengingatkan jemaah untuk selalu menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Hanya, banyak orang yang ngeyel tetap berkerumun atau memakai masker saat berada di tempat ini.

Hagia Sophia jadi klaster virus corona. (Twitter/Istanbulism)
Hagia Sophia jadi klaster virus corona. (Twitter/Istanbulism)

“Saat pembukaan Masjid Hagia Sophia, ribuan warga datang tanpa memakai masker. Mereka juga nggak menerapkan protokol kesehatan. Banyak orang dari kota lain seperti dari Anatolia yang sampai mengadakan tur khusus untuk pembukaan ini. Padahal, mereka belum tentu mendapatkan pemeriksaan kesehatan sebelumnya,” ucap salah seorang anggota parlemen dari oposisi Turki yang juga berprofesi sebagai dokter, Murat Emir.

Salah seorang dokter yang nggak disebutkan namanya juga menyebut kasus Covid-19 di Turki semakin meningkat semenjak pembukaan Hagia Sophia sebagai masjid.

“Setelah pembukaan Hagia Sophia, kami semakin sering mendengar kasus Covid-19 di antara politisi,” ucap sang dokter sebagaimana dikutip dari Arab News.

Banyak jemaah yang nggak memakasi masker dan tetap berkerumun. (Twitter/Istanbulism)
Banyak jemaah yang nggak memakasi masker dan tetap berkerumun. (Twitter/Istanbulism)

Sebenarnya, kasus klaster Covid-19 di tempat ibadah sudah terjadi beberapa kali sebelumnya. Di Korea Selatan, misalnya, salah satu penyebab penyebaran terbesar virus Corona di negara tersebut adalah para jemaah berkumpul di Gereja Shincheonji, Kota Daegu.

Selain itu, di India, pemerintah bahkan sampai menutup Kuil Venkateswara. Penyebabnya adalah 743 karyawan di kuil ini positif Covid-19 pada 10 Agustus 2020.

Kalau menurut kamu, lebih baik tempat ibadah ditutup apa tetep dibuka nih, Millens? (Det/IB09/E05)