Gusti Randa: Joko Driyono Sebagai Tersangka Karena Menerobos Garis Pembatas Polisi

Ketua Komite Hukum PSSI Gusti Randa menegaskan Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka bukan karena pengaturan skor, tapi karena menerobos garis pembatas polisi (police line).

Gusti Randa: Joko Driyono Sebagai Tersangka Karena Menerobos Garis Pembatas Polisi
Joko Driyono dikepung reporter saat akan menjalani pemeriksaan Polda Metro Jaya. (antarafoto/ Reno Esnir)

Inibaru.id – Penyidik Satgas Anti-Mafia Sepakbola menetapkan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka. Dilansir situs resmi PSSI, Joko Driyono (Jokdri) bukan ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor, tapi karena menerobos garis pembatas polisi (police line).

“Jadi bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu,” kata Gusti di laman resmi PSSI.

Sebelumnya, tim gabungan Satgas Anti Mafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya dan Inafis Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di apartemen milik Jokdri dan gelar perkara pada Kamis (14/2/2019) malam.

Menyusul penetapan tersangka, Jokdri juga dicekal untuk bepergian keluar Indonesia. Menurut Argo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melakukan pencekalan itu selama 20 hari ke depan.

Gusti Randa memberikan penjelasan mengenai pasal yang dikenakan pada Jokdri yang berkaitan dengan dugaan perusakan barang bukti dokumen dalam penggeledahan di bekas kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu.

“Jadi sekali lagi bukan terkait pengaturan skor dan tidak terkait dengan PSSI. Tetapi, lebih kepada pelanggaran pasal-pasal tersebut,” tegas Gusti Randa.

Gusti Randa menambahkan, PSSI tetap menjalankan kegiatan sepak bola sesuai program yang sudah ada. “PSSI solid dan tetap bekerja untuk menjalankan program hasil kongres,” ujar Ketua Komite Hukum PSSI itu.

Semoga kasus ini cepat terselesaikan ya, Millens. (IB24/E05)