Gubernur Tandingan di Masa Ahok, Fahrurrozi Meninggal Akibat Covid-19

Gubernur Tandingan di Masa Ahok, Fahrurrozi Meninggal Akibat Covid-19
Fahrurrozi, mantan Gubernur Tandingan DKI Jakarta. (Metrotvnews.com/Doni Setiawan)

Gubernur tandingan DKI Jakarta di masa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Fahrurrozi Ishaq meninggal karena Covid-19. Sebelumnya, dia sempat menjalani tes swab di RS Polri.

Inibaru.id – Gubernur tandingan DKI Jakarta yang diusung oleh Front Pembela Islam (FPI) di zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Fahrurrozi Ishaq dikabarkan meninggal dunia. Yang lebih mengejutkan, Fahrurrozi dikabarkan meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19.

Fahrurrozi sebelumnya sempat menjalani tes swab PCR di RS Polri.

“Fahrurrozi Ishaq hasil swabnya di RS Polri dipastikan positif Covid-19,” ucap Kabid Pelayanan Medis dan Perawatan RS Polri Kombes Pol Yayuk Witarto pada Selasa (27/10/2020).

Sebenarnya, usai hasil swab keluar, RS Polri sempat menyarankan Fahrurrozi dirawat di ruang khusus Corona. Tapi, Fahrurrozi dikabarkan menolak. Yang bersangkutan kemudian dirawat di rumah sakit lainnya hingga akhirnya tutup usia.

Nama Fahrurrozi sempat menjadi buah bibir pada 2014 silam karena dipilih FPI untuk menjadi gubernur tandingan untuk DKI Jakarta. Saat itu, dia mengaku siap bersaing mendapatkan hati masyarakat Ibu Kota dengan Ahok. Saat dilantik FPI, Rozi mengaku bertekad akan menurunkan Ahok dan akan mendesak DPRD Ibu Kota Jakarta untuk mengeluarkan hak angket dengan tujuan melengserkan Ahok.

Fahrurrozi bersama dengan sejumlah pimpinan FPI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Fahrurrozi bersama dengan sejumlah pimpinan FPI. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Selain ingin melengserkan Ahok Fahrurrozi juga saat itu berjanji akan melakukan tiga hal selama masa kepemimpinannya sebagai gubernur tandingan. Salah satunya adalah akan melakukan blusukan ke rumah warga. Dia juga meminta warga mengusir gubernur lainnya (Ahok) jika melakukan hal yang sama.

“Karena saat ini warga Jakarta sangat terhimpit pajak dan kenaikan harga BBM,” ucap Fahrurozi pada Senin (1/12/2014).

Sayangnya, Fahrurrozi mengaku nggak memiliki program-program apapun. Meski begitu, dia juga menuding Ahok juga nggak punya program apapun. Fahrurrozi hanya berjanji akan menebarkan kebaikan ke seluruh masyarakat Jakarta.

“Program nggak ada. Tukang ojek bisa saja jadi gubernur. Ahok juga nggak punya karena semuanya sudah dilakukan Fauzi Bowo,” terang Fahrurrozi saat itu.

Satu tahun kemudian, Fahrurrozi melakukan manuver politik lainnya dengan memasuki kepengurusan Partai Idaman yang diprakarsai Raja Dangdut Rhoma Irama. Saat itu, Fahrurrozi menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro.

Covid-19 memang nggak mengenal siapapun, ya Millens. Jaga kondisi kesehatan agar nggak tertular, ya? (Det/IB09/E05)