Grafik Masih Tinggi, Hendi Akan Wajibkan Pemakaian Masker dan Larang Warga Semarang Gelar Lomba 17-an

Grafik Masih Tinggi, Hendi Akan Wajibkan Pemakaian Masker dan Larang Warga Semarang Gelar Lomba 17-an
Ilustrasi: Pemerintah Kota Semarang resmi melarang masyarakat menggelar lomba-lomba menyambut perayaan kemerdekaan 17 Agustus di tengah pandemi corona. (Inibaru.id/ Audrian F)

Pemerintah Kota Semarang melarang kegiatan perlombaan menjelang peringatan kemerdekaan 12 Agustus mendatang. Selain itu, Walikota Semarang juga wajibkan pemakaian masker dan bakal memberikan sanksi bagi yang nggak mematuhinya.

Inibaru.id - Tahun ini sepertinya nggak bakal ada lomba makan kerupuk, balap karung, atau estafet kelereng pakai sendok di Kota Semarang, Jawa Tengah. Padahal, kompetisi yang biasa disebut "17-an" untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia itu wajib digelar menjelang 17 Agustus.

Namun, pandemi corona yang belum juga reda memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengeluarkan larangan kegiatan lomba 17-an. Sebagai gantinya, untuk memperingati HUT ke-75 RI, Pemkot menyarankan, lebih baik warga menggelar malam syukuran atau tirakatan.

Ilustrasi: Tirakatan. Hendrar Prihadi menyarankan, untuk sementara peringatan HUT RI diisi dengan malam tirakatan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ilustrasi: Tirakatan. Hendrar Prihadi menyarankan, untuk sementara peringatan HUT RI diisi dengan malam tirakatan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Hal ini disampaikan langsung Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat peresmian Kampung Siaga Candi Hebat di Wilayah Kecamatan Gajahmungkur, Kamis (6/8/2020). Hendi, sapaan akrabnya, mengatakan, larangan ini dibuat untuk menghindari kerumumunan massa.

“Peringatan Kemerdekaan 17 Agustus kami arahkan ke kegiatan tirakatan di lingkungan RT masing-masing warga,” ujar politikus PDI-P tersebut.

Agar menjadi contoh, Hendi menjelaskan, Pemkot Semarang tetap akan menggelar upacara peringatan kemerdekaan di Balaikota, tapi dengan personel yang terbatas dan protokol kesehatan yang ketat.

"Hanya beberapa orang saja, tidak perlu banyak-banyak," ucapnya.

Wajib Pakai Masker

Ilustrasi: Penggunaan masker. Minggu depan, barang siapa nggak mengenakan masker di Semarang, kamu bakal kena sanksi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ilustrasi: Penggunaan masker. Minggu depan, barang siapa nggak mengenakan masker di Semarang, kamu bakal kena sanksi. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Selain larangan lomba, secara terpisah Hendi juga menegaskan bakal memberikan sanksi bagi warga yang nggak patuh menggunakan masker. Artinya, di Kota Semarang, setiap orang wajib pakai masker.

Aturan ini dikeluarkan lantaran grafik penderita corona di Kota Lunpia masih tinggi, kendati trennya sudah menurun. Untuk menegasakan rencana tersebut, Hendi berencana mendiskusikan hal ini dengan pihak terkait, termasuk bagian hukum di pemkot.

"Dalam waktu dekat bakal ada aturan, yang tidak pakai masker akan diberi sanksi,” tuturnya.

Namun, saat disinggung terkait bentuk sanksi, Hendi belum bersedia memberi tahu. Dia hanya menyatakan, aturan itu akan diresmikan pada pekan depan.

Nantinya, peraturan ini juga akan masuk dalam peraturan walikota tentang pembatasan kegiatan masyarakat (Perwal PKM)

"Aturan ini agar masyarakat bisa semakin tertib untuk mencegah penularan corona," sambungnya.

Pak Wali sudah berbicara terkait pencegahan Covid-19 selama Agustus ini. Pokoknya, jangan ngeyel kalau pengin kamu dan keluarga aman ya, Millens! (IB28/E03)