Gorengan, Penganan Semua Kalangan

Hampir semua orang di Indonesia menyukai gorengan. Dari sensasi rasa hingga isu yang menerpa turut mewarnai keberadaannya. Kamu gimana?

Gorengan, Penganan Semua Kalangan
Transaksi jual beli gorengan. (Inibaru.id/Luthfi)

Inibaru.id – Gorengan nampaknya menjadi camilan yang paling disukai masyarakat Indonesia. Nggak memandang usia, ras, golongan, bahkan jabatan, gorengan sangat jarang ditolak siapapun jika sudah tersaji di meja makan. Kalau ada yang nggak suka gorengan, mungkin dia termasuk dua kelompok: diet atau sakit.

Bagi mereka yang mengaku diet mungkin gorengan menjadi musuh terbesarnya. Kadar lemak jahat sekaligus kalori yang dikandung gorengan ibarat nila setitik yang bisa merusak susu sebelanga. Namun, menampik kehadiran gorengan adalah tantangan yang begitu berat. Gurih dan kriuknya gorengan pasti bakal sulit banget kamu tolak, Hayo, ngaku saja! Ha-ha.

Nggak sedikit orang yang dalam kesehariannya harus menikmati gorengan, Millens. Hidayah Mulyo salah seorang di antaranya. Penggila gorengan asal Malang yang kini tinggal di Semarang ini bahkan sempat berprinsip, "Tiada hari tanpa gorengan.”

"Ini beneran. Dulu setiap hari kudu makan gorengan, terlebih kalau cuaca mendukung," terang Mulyo, "Gerimis makan yang anget-anget kan pas banget."

Gorengan acap dipilih masyarakat lantaran cara membuatnya yang gampang dan nggak repot. Kalaupun malas bikin sendiri, tinggal beli saja. Banyak kok penjual gorengan di pinggir jalan. Harganya pun murah meriah.

Inilah yang biasa dilakukan Anis. Ibu rumah tangga asli Kota ATLAS tersebut mengaku seringkali menyengaja membeli gorengan di pinggir jalan kalau lagi pengin sementara dia lagi malas bikin sendiri.

Baca juga:
Jamu dan Kopi Indonesia Jadi Favorit di ATF 2018
Gorengan Konvensional dan Gorengan Zaman Now

“Kalau beli di pinggir jalan kan praktis ya, apalagi kalau lagi malas bikin,” ujarnya.

Namun begitu, terkadang ada juga kekhawatiran yang merasuki dirinya saat akan membeli gorengan yang dijual di pinggir jalan. Masalah higienitas menjadi isu besar yang cukup membuatnya gentar untuk membeli gorengan di sembarang tempat.

"Nggak higienis sampai isu ada tambahan plastik pas menggoreng itu bikin ngeri," kata dia.

Memang, alasan terakhir, yakni ada plastik yang ditambahkan pas menggoreng gorengan, selalu menjadi isu yang merebak di kalangan para penjual dan pembeli gorengan. Konon, plastik sengaja dimasukkan dalam wajan penggorengan dilakukan agar gorengan yang dihasilkan lebih kriuk atau nggak lembek dalam waktu yang lama.

Penjual gorengan "Putra Molen Bu Tastik" di Semarang, Nahwi, nggak menampik isu tersebut. Menurutnya, banyak pembeli yang berpikir seperti Anis. Nggak jarang mereka menanyakan isu tersebut kepada penjual seperti dirinya, misalnya bersih nggak? Pakai plastik nggak?

“Kami sih nggak pakai plastik. Mana mungkin kami pakai plastik wong kami juga makan kok? Masak kami mau meracuni diri kami sendiri?” ujar perempuan kelahiran 1996 itu.

Dia bahkan menyilakan pembeli untuk menguji gorengannya di laboratorium. Nahwi mengaku nggak takut atas isu semacam itu.

Langganan

Nggak cuma lantaran memang menggilai gorengan, terkadang alasan seseorang membeli gorengan adalah semata pengin bernostalgia atau karena memang punya tempat langganan. Inilah yang dilakukan Vivi.

Kendati kini tinggal dan bekerja di Jakarta, perempuan berjilbab itu mengaku kalau pas tugas kantor ke Semarang selalu menyempatkan diri untuk membeli tahu petis, gorengan khas dari Kota Lumpia. Dia bahkan memiliki langganan, yakni warung "Tahu Petis Prasojo".

 

Hiruk pikuk di warung "Tahu Petis Prasojo". (Inibaru.id/Luthfi)

Dari semenjak tinggal di Semarang dia memang ketagihan membeli tahu petis di warung yang terletak di Bunderan Pancasila Simpang Semarang tersebut. Warung itu memang legendaris karena sudah ada sejak 1980-an. Langganannya pun banyak yang berasal dari luar Semarang.

Meski suka tahu petis, Vivi mengaku kalau dirinya sebenarnya nggak terlalu suka gorengan. Namun, baginya mencicipi gorengan langganan yang belum tentu bisa dinikmati saban hari ini sangat sulit untuk dilewatkan.

Baca juga:
Gorengan dari Seluruh Dunia
Alami Penganiayaan, Kondisi Kiai Umar Basri Semakin Membaik

Yeah, begitulah gorengan, penganan semua kalangan. Untuk menghindari gorengan yang nggak bersih atau dibuat dengan cara yang nggak sehat, sebagian orang memilih membeli gorengan di bakul langganan. Ada juga yang memilih tempat-tempat yang memang sudah dikenal banyak orang. Namun, nggak sedikit kok yang tak acuh dengan isu-isu tersebut.

Yang penting yakin ya, Millens! Kamu gimana nih? Suka beli atau bikin sendiri? (IF/GIL)