Yang Dilakukan Go-Jek dengan Investasi dari ASII dan GDN

Salah satu perusahaan "ride sharing" di Indonesia, Go-Jek baru saja menerima investasi lebih dari 150 juta dolar AS atau setara Rp 2 triliun. Hm, kira-kira bakal digunakan untuk apa, ya?

Yang Dilakukan Go-Jek dengan Investasi dari ASII dan GDN
Go-Jek. (Qerja.com)

Inibaru.id – Kapitalisasi perusahaan jasa ojek daring plus fintech PT Go-Jek dipastikan bakal kian besar setelah mendapat suntikan dana lebih begitu besar dari dua perusahaan raksasa Indonesia, yakni PT Astra Internasional Tbk (ASII) dan PT Global Digital Niaga (GDN). Investasi keduanya diklaim bernilai triliunan rupiah. Namun, apa yang bakal Go-Jek lakukan dengan dana sebesar itu?

Sebelumnya, seperti ditulis Inibaru.id, Selasa (12/2/2018), ASII mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengucurkan dana sebesar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2 triliun untuk Go-Jek. Sementara, GDN juga menginformasikan hal serupa, hanya saja dengan nilai transaksi yang dirahasiakan.

Dengan nilai investasi sebesar itu, Go-Jek mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana demi mengembangkan ekosistem ekonomi. CEO Go-Jek Nadiem Makarim mengatakan, masing-masing investasi akan digelontorkan sesuai arah bisnis pemberi dana.

Baca juga:
Gus Mus (Juga) Beri Selamat Sri Mulyani
Ingat Yohanna X Factor? Penyandang Disabilitas Bersuara Merdu Itu Kini Resmi Sandang Gelar Sarjana

"Penggunaan dana tersebut beriringan dengan prinsip Go-Jek atas pemberdayaan Indonesia, terutama pada sektor UMKM," ujar Nadiem.

Dana dari ASII, lanjutnya, akan dimanfaatkan untuk membantu kesejahteraan dan kenyamanan mitra pengemudi Go-Jek, khususnya yang berkaitan dengan kendaraan mereka. Nggak hanya itu, pria kelahiran Singapura, 4 Juli 1984, itu menjelaskan, Go-Jek dan Astra juga punya ide kolaborasi untuk memperluas jangkauan ride sharing ke kawasan Papua.

"Secara logis, ada berbagai macam hal dalam vehicle, baik itu leasing, distribusi, asuransi, dan lain-lain yang memang core business dari Astra,” kata dia.

Sementara, investasi yang berasal dari GDN, imbuh Nariem, akan digunakan untuk bidang ekosistem digital. Pengembangan dengan perusahaan yang menjadi induk dari Blibli.com tersebut akan difokuskan pada pemberdayaan UMKM.

Baca juga:
Menanti Sekuel “Eiffel I’m In Love” yang Konon Lebih Dewasa
Whatsapp Kini Sediakan Fitur Kirim Uang

“Ada banyak kesamaan antara GDN dan Go-Jek yang bisa dikolaborasikan dalam hal membuka akses yang semakin luas bagi para pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekonomi digital, pengembangan jasa logistik, dan merchandising,” ungkap CEO GDN, Kusumo Martanto.

Siapapun pasti berharap kolaborasi tersebut bisa bermanfaat bagi pengembangan teknologi transportasi atau apapun yang bermanfaat bagi Indonesia. Setuju, Millens? (AYU/GIL)