Gitar Ukir yang Iringi Lagu “Gitar” Ify Alyssa

Bagaimana jika mantan penggawa Blink menyanyikan singgel perdananya dengan memainkan gitar ukir kolaborasi I Wayan Tuges dengan Disney Indonesia dan terinspirasi dari film “Coco”?

Gitar Ukir yang Iringi Lagu “Gitar” Ify Alyssa
Penyanyi Ify Alyssa memainkan gitar ukir kolaborasi seniman Bali I Wayan Tuges dengan Disney Indonesia, yang terinspirasi dari film "Coco". (Antaranews.com)

Inibaru.id – Mantan penggawa grup vokal Blink, Ify Alyssa, memukau pengunjung mal Neo Soho dengan permainan gitarnya sembari menyanyikan singgel perdana yang bertajuk “Gitar”. Lebih menarik, gadis yang memutuskan bersolo karier setelah Blink bubar ini memainkan gitar ukir spesial yang dipamerkan pada Coco Exhibition hingga 3 Desember mendatang.

Gitar ukir itu merupakan buah karya seniman asal Bali, I Wayan Tuges. Dilansir dari Antaranews.com, Jumat (24/11/2017), Disney Indonesia menggandeng Tuges untuk membuat gitar ukir yang bertemakan film animasi terbaru mereka, Coco, yang tayang di bioskop November ini.

Film Coco begitu kental dengan tradisi Meksiko, khususnya tentang hari libur Día de Muertos atau Hari untuk Orang Mati. Karena alasan itu pulalah penayangan perdana film produksi Pixar Animation Studios ini digelar pada Festival Film Internasional Morelia, Meksiko, 20 Oktober lalu.

Baca juga:
250 Anak Muda dari 35 Negara Kumpul di Banyuwangi
Kampanye Tolak Kantong Plastik, Dua Remaja Bali Ini Mendapat Penghargaan di Jerman

Warga Meksiko diliburkan pada Día de Muertos. Mereka melakukan pertemuan keluarga dan teman untuk berdoa sembari mengingat teman dan anggota keluarga mereka yang telah tiada. Pada hari itu mereka juga membantu mendukung perjalanan spiritual mereka yang telah meninggal.

Film Coco bercerita tentang pemuda 12 tahun pencinta musik dan pemain gitar, Miguel, yang bermimpi menjadi musikus sebagaimana idolanya, Ernesto de la Cruz. Namun, keluarga besarnya, Rivera, melarang seluruh keluarga mereka bermusik, termasuk Miguel, lantaran satu kasus yang menimpa Imelda, kakek dari buyut Miguel.

Miguel tinggal di Santa Cecillia bersama buyutnya, Coco. Karena suatu alasan, gitar tua yang biasa dimainkan Miguel dirusak neneknya, Elena. Di dalam gitar itu, dia malah menemukan foto Imelda tengah menggendong Coco yang masih bayi bersama seorang pria, yang wajahnya disobek, memegang gitar yang biasa dimainkan Ernesto.

Petualangan mencari gitar Ernesto pun dimulai. Miguel menuju Tanah Orang Mati, kemudian bertemu Hector yang telah meninggal. Hector mengaku mengenal Ernesto. Mereka kemudian mencari sang maestro gitar itu bersama.

 Gitar Coco

Dalam Coco Exibition, “Gitar Coco” ciptaan Tuges dipamerkan. Pada pembuatannya, seniman ukir itu mengukir bodi gitar dengan motif Grageh Waluh sebagai perlambang cita-cita dan tujuan dalam hidup, serta Mega Mendung yang melambangkan pasang-surut dalam hidup.

"Saya tertarik lantaran tokoh anak dalam film ini punya mimpi," ujarnya.

Baca juga:
Mahasiswa Zaman Now Perlu Pintar Berwirausaha
Mahasiswa Unwahas Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di IYLA 2017

Tuges juga mengukir karakter Miguel pada bodi gitar ciptaannya itu, yang kemudian dimainkan Ify untuk mengiringi lagu “Gitar”.

Dilansir dari Kompas.com, Sabtu (25/11), lagu “Gitar”, kata Ify, mengisahkan orang yang terjebak dalam hubungan lamanya, tapi hanya mampu mengekspresikan perasaannya itu dari jauh. Lagu bergenre pop itu dibuatnya berdasarkan curhatan teman.

Kendati Ify menulis liriknya seorang diri, dia mengaransemen lagu itu bersama basis grup band Barasuara, Gerald Situmorang.

"Aku sama Gerald Situmorang. Dia kan selain bas, juga gitaris. Aku baru kenal dia, aku ajak dia, dan dia mau. Akhirnya kelar lagunya," tegasnya. (OS/SA)