Korban Meninggal Akibat Gempa di Lombok Mencapai 82 Orang

Korban Meninggal Akibat Gempa di Lombok Mencapai 82 Orang
Korban gempa Lombok yang masih dirawat di tenda darurat. (AFP/Kiki Siregar)

Korban gempa bermagnitudo 7 SR di Lombok bertambah hingga 82 orang. Korban paling banyak ditemukan di Kabupaten Lombk Utara.

Inibaru.id – Gempa kembali mengguncang Pulau Lombok pada Minggu (5/8/2018) pukul 18.46 WIB. Kali ini, gempa yang dirasakan lebih besar dari gempa Minggu (29/7) yakni bermagnitudo 7 Skala Richter (SR). Berdasarkan informasi terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (6/8) pukul 04.00 WITA, jumlah korban meninggal tercatat mencapai 82 orang.

Kompas.com, Senin (6/8), menulis, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut sebagian besar korban meninggal terdapat di wilayah Lombok Utara. Mayoritas korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh.

“Dampak paling parah dari gempa ini terjadi di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram,” ucap Sutopo.

Selain korban meninggal, ratusan korban luka-luka akibat gempa dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit terdekat. Namun, karena kondisi bangunan rusak dan adanya kekhawatiran akan roboh akibat masih adanya gempa susulan, korban pun harus rela dirawat di luar ruangan.

Gempa yang sempat memicu tsunami ini membuat ribuan rumah mengalami kerusakan. Ribuan warga juga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Diperkirakan, jumlah korban dan laporan kerusakan bangunan masih akan terus bertambah.

Hingga kini, BNPB bersama dengan pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di wilayah yang terdampak, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, berbagai kementerian, SKPD, NGO, dan relawan terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat. TNI juga telah memastikan akan menambah pasukan dan bantuan untuk memberikan bantuan medis, obat-obatan, tenda, logistik, dan peralatan komunikasi.

Untuk saat ini, fokus utama adalah pencarian dan penyelamatan korban, pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa dan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan, selimut, tenda, tikar, pengobatan trauma, dan kebutuhan lainnya.

Hingga Senin (6/8) pukul 08.00 WITA, tercatat 132 kali gempa susulan dengan kekuatan yang lebih kecil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan kekuatan 7 SR sebagai gempa utama sehingga kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar.

Semoga saudara-saudara di Lombok selalu dalam lindungan-Nya ya, Millens. (IB09/E04)